o1 o2

International


China Kecam Aksi Rudal AS

Jum'at, 22 Februari 2008 - 05:37 wib
text TEXT SIZE :  
Share

BEIJING - China mendesak Amerika Serikat (AS) agar segera merilis data dan informasi terkait penembakan satelit mata-mata bekas milik AS.

Lebih lanjut, China menyatakan bahwa penembakan satelit AS tersebut berpotensi memunculkan bahaya. "China akan terus memantau kemungkinan bahaya yang timbul dari penembakan satelit AS di antariksa," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri Liu Jianchao, mengomentari pemusnahan satelit AS yang sudah tak berfungsi lagi.

Kemarin, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menyatakan pihaknya berhasil meluncurkan rudal dari kapal penghancur AS di Samudera Pasifik.

Rudal SM-3 ditembakkan dari USS Lake Erie pada pukul 10.26 pagi waktu setempat. Langkah tersebut diambil setelah para penasihat keamanan menyatakan, seandainya satelit dibawa kembali ke bumi, muatan tangki bahan bakarnya sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa manusia.

"Konfirmasi mengenai kepastian tangki bahan bakar berhasil dimusnahkan akan dirilis dalam tenggat waktu 24 jam ke depan," bunyi pernyataan Pentagon.

Pentagon tidak segera mengonfirmasikan apakah SM-3 itu berhasil menghancurkan tangki bahan bakar itu atau tidak. Namun, sumber pejabat senior Pentagon menyatakan rudal telah berhasil menghantam tangki tersebut.

Target penembakan merupakan satelit uji coba milik Dinas Spionase Nasional yang diluncurkan pada 2006 lalu.

Setelah beberapa jam mencapai orbit, satelit tersebut mengalami masalah dengan ruang kendali yang menyebabkannya tidak berfungsi.

Merespons aktivitas AS ini, China mendesak AS agar memenuhi kewajiban internasionalnya dengan segera memberikan informasi yang diperlukan serta data yang relevan kepada masyarakat internasional.

Bahkan, Rusia lebih tegas menyebut pemusnahan satelit hanyalah dalih AS untuk menguji coba senjata antariksanya yang baru.

Tak hanya itu, surat kabar China menyebut Washington berlaku hipokrit. AS pernah menuduh penambakan rudal China dan Rusia ke angkasa sebagai refleksi dari ambisi perlombaan senjata.

Namun kini, AS justru melakukan hal yang sama. Pada Januari 2007, China sempat menembakkan rudalnya ke satelit cuaca yang sudah tidak aktif. Sontak, hal tersebut memicu kecaman dari masyarakat internasional, terutama AS yang menyatakan Beijing telah memiliki fasilitas untuk menembak aset-aset militeristik di angkasa saat ini.

Nada-nada kritis yang disuarakan China dan Rusia itu bukan tanpa sebab.

Banyak pakar antariksa yang juga mempertanyakan justifikasi misi penembakan tersebut. Mereka menganalisis, AS memiliki tujuan lain selain pemusnahan satelitnya yang sudah tidak aktif itu.

Namun pejabat Pentagon dengan tegas menolak rumor yang menyebut AS terpaksa menghancurkan satelit matamatanya agar bagian satelit yang menyimpan dokumen-dokumen rahasia tidak jatuh ke tangan yang salah.

Negeri Paman Sam itu juga menyatakan, pemusnahan satelit bukan bertujuan untuk menyaingi kemampuan penghancuran satelit China yang sempat mengundang kritik Washington.

Mereka juga membantah tudingan yang menyatakan bahwa AS menggunakan isu satelit ini sebagai dalih menguji coba dan mendemonstrasikan kemampuan mereka dalam menembakkan rudal ke angkasa. (sindo//jri)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Jum'at, 03 Juli 2009 17:09 wib

    Uni Eropa Akan Panggil Seluruh Dubes Iran di Eropa

  • Jum'at, 03 Juli 2009 15:48 wib

    Presiden Filipina Negatif Kanker

  • Jum'at, 03 Juli 2009 14:53 wib

    Pasien Flu Babi Tewas Tersengat Listrik

  • Jum'at, 03 Juli 2009 14:22 wib

    Brunei Konfirmasi Korban Tewas Pertama Flu Babi

  • Jum'at, 03 Juli 2009 14:09 wib

    Serangan Udara AS Tewaskan 10 Orang di Pakistan

  • o3 o4