AMSTERDAM - Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Kimoon dini hari tadi mengutuk penayangan film yang tidak berkemanusiaan itu. Ban menyeru Pemerintah Belanda untuk segera menghentikan penayangan film itu.
''Tidak ada satu pun justifikasi yang pantas untuk penyebaran kebencian atau kekerasan seperti pada film ini," tutur Ban.
Di Pakistan, Duta Besar (Dubes) Belanda pagi tadi dimintai keterangan resminya oleh Pemerintah Islamabad. Pakistan mendesak Belanda agar menghentikan aksi Wilder.
Seperti diberitakan sebelumnya, video film dengan durasi 15 menit itu memuat potongan ayat-ayat Al-Quran di antara gambar pidato ulama radikal Islam, dan juga gambar-gambar tindak kekerasan. Video tersebut dimuat di situs video sharing LiveLeak.
Film berjudul Fitna itu dirilis meskipun mendapat imbauan dari pemerintah Belanda agar tidak dilanjutkan. Akibat publikasi film itu, timbul ketegangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
(Sindo Sore//kem)
''Tidak ada satu pun justifikasi yang pantas untuk penyebaran kebencian atau kekerasan seperti pada film ini," tutur Ban.
Di Pakistan, Duta Besar (Dubes) Belanda pagi tadi dimintai keterangan resminya oleh Pemerintah Islamabad. Pakistan mendesak Belanda agar menghentikan aksi Wilder.
Seperti diberitakan sebelumnya, video film dengan durasi 15 menit itu memuat potongan ayat-ayat Al-Quran di antara gambar pidato ulama radikal Islam, dan juga gambar-gambar tindak kekerasan. Video tersebut dimuat di situs video sharing LiveLeak.
Film berjudul Fitna itu dirilis meskipun mendapat imbauan dari pemerintah Belanda agar tidak dilanjutkan. Akibat publikasi film itu, timbul ketegangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.