Kelompok musik Girly Berry (Foto: China Post)
BANGKOK - Publik di Thailand kini tengah ramai membicarakan soal tank top, rok mini, dan pakaian seksi sejenisnya. Kontroversi ini terkait perayaan Tahun Baru Songkran, yang merupakan tahun baru tradisional negeri itu.
Kontroversi mencuat ketika Kementerian Kebudayaan Thailand mencoret kelompok musik Girly Berry, sebuah kelompok musik populer yang seluruh anggotanya perempuan untuk tampil dalam perayaan itu.
Kelompok ini memang identik dengan personelnya yang selalu berpakaian seksi ketika tampil, seperti menggunakan rok mini, tank top, atau pakaian dengan belahan yang rendah di bagian depannya.
Untuk diketahui, Songkran merupakan peristiwa paling terkenal dan paling penting di Thailand. Songkran dirayakan sangat meriah dari tanggal 13 sampai dengan 15 April.
Bagi warga Thailand, perayaan ini mengandung makna religius. Namun adanya tradisi siram-menyiram air dalam Songkran, maka perayaan ini berubah menjadi suatu permainan yang menyenangkan, di mana semua orang basah kuyup.
Namun, empat personel Girly Berry telah melontarkan komitmen untuk menutup tubuh mereka saat tampil dalam perayaan itu. Salah satu anggota kelompok ini, Mananya Limsatien, bahkan mendesak gadis-gadis Thailand untuk tidak memakai tank top, pakaian tak bertali bahu, atau celana yang sangat pendek sepanjang 13-15 April.
"Jangan gunakan apapun yang terlalu terbuka atau terlalu seksi, karena itu berbahaya," kata dia dalam pernyataan yang dikutip Associated Press, Rabu (2/4/2008).
Dalam tradisi siram-menyiram air yang dilakukan di jalanan, kerap muncul protes lantaran terjadinya pelecehan seksual terhadap kaum hawa.
Pemerintah juga biasanya meminta para perempuan untuk tidak memakai pakaian serba-mini atau berwarna putih, agar tidak menjadi transparan saat tersiram air.
Usai komitmen dari kelompok musik itu, Menteri Kebudayaan Anusorn Wongwan pun bisa menerimanya.
"Mereka tidak berpakaian terbuka dalam kehidupan keseharian mereka. Itu hanya untuk pekerjaan mereka. Saya telah bertemu mereka dan mereka adalah gadis-gadis yang baik yang mau melakukan hal yang benar," kata Wongwan.
Dikatakan dia, tujuan dari kampanye untuk tidak berpakaian seksi adalah agar kaum muda menyadari bahwa Songkran bukan hanya saling-siram air saja.
Di masa lalu, anak muda menuangkan air dengan wewangian ke tangan orangtuanya dan orang yang lebih tua untuk menunjukkan rasa hormat.
Perayaan Songkran tidak hanya ada di Thailand, tapi juga bisa ditemukan di Myanmar, Laos, dan Kamboja.(jri)