WASHINGTON - Paus Benediktus XVI dalam kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) mengakui penanganan kasus seksual yang dilakukan sejumlah oknum rohaniwan belum dilakukan secara maksimal.
Karena itu, Paus meminta keuskupan Negeri Paman Sam untuk menindaklanjuti kasus tersebut secara tepat.
"Selama ini penanganan kasus tersebut ditangani oleh gereja secara tidak maksimal. Sudah menjadi perintah Tuhan bahwa sebagai pastur Anda harus bisa mengobati luka yang terjadi akibat kesalahan, melakukan rekonsiliasi, dan memberikan penanganan yang tepat kepada mereka yang bersalah," papar Paus Benediktus XVI, seusai bertemu sejumlah pejabat AS di Gedung Putih, Kamis (17/4/2008).
Sebelumnya, dalam wawancara kemarin, Paus Benediktus XVI menyatakan, kasus asusila yang terjadi sejak 2002 merupakan kasus yang sangat memalukan. Sebab, sejumlah rohaniwan di AS terbukti bersalah melakukan pelecehan seks terhadap anak-anak. Hal ini membuat pihak keuskupan membayar ganti rugi mencapai USD2 miliar.
Selain membahas kasus asusila, dalam kesempatan itu, Paus Beneditus XVI juga mendesak Presiden AS George W Bush untuk menggunakan diplomasi dalam menyelesaikan berbagai konflik dunia.
Paus menyatakan, demokrasi hanya bisa berkembang apabila para pemimpin politik menggunakan kebijaksanaan dan mempertahankan kebenaran. (sindo//jri)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad