40 Negara Ingin Kembangkan Energi Nuklir
Senin, 12 Mei 2008 - 15:46 wib
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Berita Lainnya
-
23/07/2008 - 13:51:16 wib
Los Angeles Larang Kantong Belanja dari Plastik -
23/07/2008 - 12:08:40 wib
2 TKI di AS Gugat Majikan -
23/07/2008 - 11:21:38 wib
Malaysia Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir -
23/07/2008 - 11:09:35 wib
20 Jam di Roller Coaster, Pria Dapat Kapal Pesiar
Ketertarikan di kalangan negara berkembang ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pakar proliferasi nuklir, karena dinilai dapat memunculkan blok baru persenjataan nuklir di negara-negara itu.
Dilaporkan the Washington Post, sedikitnya setengah lusin negara dalam empat tahun ini secara spesifik telah merencanakan untuk mengadakan pengayaan atau memproses kembali bahan bakar nuklir.
Menurut pejabat urusan nuklir Amerika Serikat (AS), hal ini dimungkinkan dapat memperluas pasokan plutonium dunia dan pengayaan uranium.
Kebanyakan ketertarikan terhadap program nuklir itu dipicu oleh pertimbangan ekonomi, khususnya akibat melambung tingginya harga bahan bakar fosil.
Namun bagi sejumlah negara Timur Tengah yang memiliki pasokan minyak dan gas melimpah seperti Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, investasi energi nuklir terkait adanya kekhawatiran perlombaan senjata di masa depan. Ini sebagian juga dipicu adanya program pengembangan nuklir yang dilakukan Iran.
"Kami khawatir sejumlah negara mengembangkan (senjata) nuklir sebagai reaksi terhadap Iran," kata pejabat senior AS yang menelusuri penyebaran teknologi nuklir dalam wawancara yang dilansir Senin (12/5/2008). Pejabat itu meminta dirahasiakan identitasnya karena sensitivitas diplomatik.
Meskipun Uni Emirat Arab memiliki cadangan minyak hingga 100 miliar barel dan terbesar keenam di dunia, pada Januari lalu negara itu menandatangani kesepakatan dengan perusahaan Prancis untuk membangun dua reaktor nuklir. Dua tetangganya yang juga kaya, Kuwait dan Bahrain, juga merencanakan pembangunan pabrik nuklir, seperti halnya juga Libia, Aljazair, Maroko, di Afrika Utara dan Kerajaan Yordania.
Bahkan Yaman, salah satu negara termiskin di dunia Arab, tahun lalu telah mengumumkan rencana untuk membeli sebuah reaktor nuklir, yang disebut-sebut dibutuhkan untuk memproduksi energi listrik. (jri)


