Saudi Ingatkan Iran Soal Lebanon
Rabu, 14 Mei 2008 - 11:55 wib
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Berita Lainnya
-
23/07/2008 - 13:51:16 wib
Los Angeles Larang Kantong Belanja dari Plastik -
23/07/2008 - 12:08:40 wib
2 TKI di AS Gugat Majikan -
23/07/2008 - 11:21:38 wib
Malaysia Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir -
23/07/2008 - 11:09:35 wib
20 Jam di Roller Coaster, Pria Dapat Kapal Pesiar
"Tentu saja, Iran mendukung apa yang terjadi di Lebanon, sebuah kudeta, dan membantunya," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al-Faisal dalam jumpa pers di Riyadh, seperti dilaporkan Associated Press, Rabu (14/5/2008).
"Ini akan berimbas kepada hubungan (Iran) dengan seluruh negara Arab," ia menambahkan.
Sementara dari Beirut dilaporkan, para serdadu Lebanon diperintahkan untuk memulihkan keamanan di negara yang diguncang bentrok sektarian itu. Para petugas juga mulai menguburkan mayat-mayat korban pertempuran dan mencoba mengembalikan kehidupan di ibu kota Beirut.
Kekerasan yang terjadi di Lebanon sejauh ini telah menimbulkan 54 korban tewas dan jumlah korban luka yang tak terhitung. Bentrok bersenjata itu terjadi sejak Hizbullah melakukan kudeta pada 9 Mei lalu.
Konflik tersebut terjadi menyusul kebuntuan politik semenjak 1 1/2 tahun lalu, di mana para pemimpin oposisi Hizbullah meminta peran lebih dalam pemerintahan dan koalisi yang berkuasa. Hal ini melumpuhkan pemerintahan dan hingga sekarang Lebanon tak memiliki Presiden. Konflik internal yang terjadi saat ini merupakan yang terburuk sejak perang sipil tahun 1975-1990.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad membantah keras tuduhan Arab Saudi bahwa negaranya menyokong Hizbullah. Ditegaskan Ahmadinejad, Teheran tidak mencampuri urusan dalam negeri Lebanon.
Senin awal pekan ini, Presiden Amerika Serikat George W Bush kepada televisi Al-Arabiya mengatakan Washington akan melanjutkan dukungan kepada pemerintah dan militer Lebanon, dan akan terus menekan Iran dan Suriah. (jri)


