TBILISI - Presiden Rusia Dimitry Medvedev telah menandatangani kesepakatan damai dengan Georgia. Namun, penandatanganan itu dinilai masih setengah hati karena Rusia masih belum menarik seluruh pasukannya dari perbatasan.
Seperti dikutip AFP, Minggu (17/8/2008), Medvedev menandatangani enam poin kesepakatan yang dimediasikan Prancis beberapa pekan setelah Rusi menginvasi Georgia sebagai dukungan untuk melindungi wilayah Abkhazia dan Ossetia Selatan.
"Presiden Medvedev mengumumkan kepada anggota Parlemen Federal Rusia jika dia telah menandatangani dukumen yang diajukan tersebut," kata jurubicara Kremlin Natalya Timakova.
Dengan penandatanganan ini, banyak yang berharap perjanjian damai ini bisa menghentikan kekerasan yang sempat pecah akibat serangan di wilayah Abkhazia dan Ossetia Selatan.
Dengan adanya perjanjian damai itu seharusnya bisa menjadi dasar penarikan pasukan Rusia dari beberapa wilayah di Georgia. Namun demikian, pada draft tersebut dikatakan, pasukan Rusia masih memiliki hak untuk melakukan patroli di sekitar wilayah Abkhazia dan Ossetia Selatan.
Poin inilah yang menjadi dasar penolakan dalam draf yang ditawarkan Prancis sebelumnya. Sebab, dalam draf awal itu, seluruh pasukan Rusia diminta untuk menarik diri dari Georgia.
(ahm)
International
Perjanjian Damai, Rusia Masih Setengah Hati
Minggu, 17 Agustus 2008 - 11:33 wib
Berita Lain
-
02/12/2008 - 10:44:41 wib
AS Sudah Ingatkan India, Mumbai akan Diserang -
02/12/2008 - 10:02:20 wib
Ledakan di Bandara Don Muang Bangkok, 1 Tewas -
02/12/2008 - 09:39:05 wib
Kirim Bantuan ke Gaza, Kapal Libya Dicegat Israel -
02/12/2008 - 09:26:59 wib
Sistem Pertahanan Rudal Rusia Lebih Canggih dari AS