Christine Levinson, istri mantan agen FBI Sean McCormack/AFP
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menuntut pemerintah Iran untuk terbuka soal kasus penculikan mantan agen FBI yang hilang di negara mulah itu tahun lalu.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack memintan Iran untuk membagi informasi apa pun terkait pembunuhan Robert Levinson. Dia hilang di Kish Island 19 bulan lalu.
"Departemen Luar Negeri meminta agar Iran bekerjasama untuk mengetahui keberadaan Levinson. Saat ini keluarga, termasuk tujuh anak dan dua cucu, menunggu kepastian nasib Levinson," kata McCormack seperti dikutip CNN, Sabtu (22/11/2008).
Seorang pejabat senior deplu AS mengatakan, pihaknya sudah meningkatkan tekanan keapda pemerintah Iran untuk lebih terbuka dalam memberikan informasi soal Levinson. Bahkan beberapa pejabat menuduh Levinson dipenjara.
"Beberapa orang menduga, dia (Levinson) ditahan oleh pemeirntah Iran. Namun belum ada orang yang tahu tentang itu. Kami menganggap pemerintah Iran 110 persen tidak menaruh perhatian untuk mengungkap nasalah ini," ungkap pejabat senior deplu.
Levinson pensiun dari FBI yang bertugas di Coral Springs Florida. Isterinya Christine Levinson mengatakan, setelah pensiun Levinson bekerja untuk sebagai konsultan keamanan pada perusahaan rokok.
Pada September lalu, Christine mengunjungi kantor pusat PBB di New York berharap dapat bertemu dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang saat itu menghadiri Sidang Umum PBB untuk menanyakan nasib suaminya. Namun Ahmadinejad tidak bisa menemuinya.
Kementerian deplu AS juga sudah meminta bantuan Swiss untuk menjadi perantara AS untuk kasus Levinson. Hubungan diplomatik Iran dan AS sudah putus sejak revolusi Iran.
Tahun lalu Christine juga sudah menyambangi Iran untuk meminta bantuan pencarian suaminya. Pemerintah Iran menjanjikan akan menyelidiki namun belum ada perkembangan hingga saat ini.
(ton)
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack memintan Iran untuk membagi informasi apa pun terkait pembunuhan Robert Levinson. Dia hilang di Kish Island 19 bulan lalu.
"Departemen Luar Negeri meminta agar Iran bekerjasama untuk mengetahui keberadaan Levinson. Saat ini keluarga, termasuk tujuh anak dan dua cucu, menunggu kepastian nasib Levinson," kata McCormack seperti dikutip CNN, Sabtu (22/11/2008).
Seorang pejabat senior deplu AS mengatakan, pihaknya sudah meningkatkan tekanan keapda pemerintah Iran untuk lebih terbuka dalam memberikan informasi soal Levinson. Bahkan beberapa pejabat menuduh Levinson dipenjara.
"Beberapa orang menduga, dia (Levinson) ditahan oleh pemeirntah Iran. Namun belum ada orang yang tahu tentang itu. Kami menganggap pemerintah Iran 110 persen tidak menaruh perhatian untuk mengungkap nasalah ini," ungkap pejabat senior deplu.
Levinson pensiun dari FBI yang bertugas di Coral Springs Florida. Isterinya Christine Levinson mengatakan, setelah pensiun Levinson bekerja untuk sebagai konsultan keamanan pada perusahaan rokok.
Pada September lalu, Christine mengunjungi kantor pusat PBB di New York berharap dapat bertemu dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang saat itu menghadiri Sidang Umum PBB untuk menanyakan nasib suaminya. Namun Ahmadinejad tidak bisa menemuinya.
Kementerian deplu AS juga sudah meminta bantuan Swiss untuk menjadi perantara AS untuk kasus Levinson. Hubungan diplomatik Iran dan AS sudah putus sejak revolusi Iran.
Tahun lalu Christine juga sudah menyambangi Iran untuk meminta bantuan pencarian suaminya. Pemerintah Iran menjanjikan akan menyelidiki namun belum ada perkembangan hingga saat ini.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad