Paramedis menolong korban meledaknya granat di Goverment House Bangkok, Kamis (20/11) dini hari/Reuters
BANGKOK - Sebuah granat kembali meledak di kantor Perdana Menteri Thailand Sabtu (22/11/2008) dini hari. Meski tak ada korban meninggal, sebanyak delapan orang dilaporkan luka berat.
Pejabat kepolisian Somreng Songsiang mengatakan, jenis granat yang ditembakkan dari peluncur, berjenis M-79. Ini jenis yang sama dengan yang dilempar saat kejadian Kamis lalu yang menewaskan satu demonstran dan melukai lebih dari 20 orang lainnya.
Ledakan terjadi pada pukul 2 dini hari di luar pagar Goverment House. Samreng mengatakan, granat ditembakkan seseorang namun tak sampai ke dalam lokasi Goverment House.
Salah seorang saksi mata yang juga seorang demonstran, Chamlong Srimuang mengatakan, dirinya melihat seseorang menembakkan granat tersebut dari markas polisi Bangkok Metropolitan yang jauhnya sekira 150 meter.
"Granat dilontarkan dari kantor polisi. Ini membuktikan bahwa pelaku merupakan bagian dari pemerintah atau oknum polisi yang didukung oleh pemerintah," kata Chamlong. Saat itu di lokasi kejadian terdapat 2.000 orang demosntran.
Demonstran dari People Alliance for Democracy (PAD) menduduki kantor Perdana Menteri (Goverment House) sejak Agustus 2008. Mereka menolak menghentikan aksi hingga Perdana Menteri Somchai Wongsawat mundur dari jabatannya.
Somchai dituduh sebagai pejabat korup dan melanggar konstitusi karena memiliki unit bisnis yang bekerjasama dengan perusahaan pemerintah. Dalam konstitusi Thailand, pejabat negara tidak boleh menjalin bisnis dengan perusahaan pemerintah.
(ton)
Pejabat kepolisian Somreng Songsiang mengatakan, jenis granat yang ditembakkan dari peluncur, berjenis M-79. Ini jenis yang sama dengan yang dilempar saat kejadian Kamis lalu yang menewaskan satu demonstran dan melukai lebih dari 20 orang lainnya.
Ledakan terjadi pada pukul 2 dini hari di luar pagar Goverment House. Samreng mengatakan, granat ditembakkan seseorang namun tak sampai ke dalam lokasi Goverment House.
Salah seorang saksi mata yang juga seorang demonstran, Chamlong Srimuang mengatakan, dirinya melihat seseorang menembakkan granat tersebut dari markas polisi Bangkok Metropolitan yang jauhnya sekira 150 meter.
"Granat dilontarkan dari kantor polisi. Ini membuktikan bahwa pelaku merupakan bagian dari pemerintah atau oknum polisi yang didukung oleh pemerintah," kata Chamlong. Saat itu di lokasi kejadian terdapat 2.000 orang demosntran.
Demonstran dari People Alliance for Democracy (PAD) menduduki kantor Perdana Menteri (Goverment House) sejak Agustus 2008. Mereka menolak menghentikan aksi hingga Perdana Menteri Somchai Wongsawat mundur dari jabatannya.
Somchai dituduh sebagai pejabat korup dan melanggar konstitusi karena memiliki unit bisnis yang bekerjasama dengan perusahaan pemerintah. Dalam konstitusi Thailand, pejabat negara tidak boleh menjalin bisnis dengan perusahaan pemerintah.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad