Mahkamah Konstitusi Thailand menyatakan People Power Party bersalah karena melakukan manipulasi suara. PM Somchai Wongsawat juga dilarang berpolitik selama lima tahun. Gambar: Somchai usai dilantik Raja Thailand September lalu/JAMD
BANGKOK - Nampaknya perjuangan aliansi rakyat untuk demokrasi (PAD) Thailand untuk menuntut mundurnya Perdana Menteri Somchai Wongsawat mulai memperlihatkan titik terang.
Seperti diberitakan CNN, Selasa (2/12/2008), Mahkamah Konstitusi Thailand hari ini menyatakan People Power Party (PPP), tempat bernaung Somchai bersalah karena melakukan manipulasi suara saat pemilu lalu.
Dengan keputusan Mahkamah K ini, maka Somchai juga dilarang melakukan aktivitas politik selama lima tahun  Mahkamah Konstitusi Thailand memerintahkan pembubaran partai berkuasa People Power Party Thailand bersama koalisinya.
Ipar mantan PM Thaksin Shinawatra ini, terpilih menjadi PM beberapa bulan lalu setelah PPP menguasai sebagian besar kursi di parlemen. PPP kemudian menunjuk Somchai sebagai PM yang baru menggantikan Samak yang juga dipecat MK karena melakukan pelanggaran konstitusi.
(ton)
Seperti diberitakan CNN, Selasa (2/12/2008), Mahkamah Konstitusi Thailand hari ini menyatakan People Power Party (PPP), tempat bernaung Somchai bersalah karena melakukan manipulasi suara saat pemilu lalu.
Dengan keputusan Mahkamah K ini, maka Somchai juga dilarang melakukan aktivitas politik selama lima tahun  Mahkamah Konstitusi Thailand memerintahkan pembubaran partai berkuasa People Power Party Thailand bersama koalisinya.
Ipar mantan PM Thaksin Shinawatra ini, terpilih menjadi PM beberapa bulan lalu setelah PPP menguasai sebagian besar kursi di parlemen. PPP kemudian menunjuk Somchai sebagai PM yang baru menggantikan Samak yang juga dipecat MK karena melakukan pelanggaran konstitusi.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad