Somchai Wongsawat Selasa (2/12) akhirnya menyatakan mundur sebagai PM Thailand namun partianya akan membentuk kekuatan baru untuk maju di pemilihan mendatang/JAMD
BANGKOK - Perdana Menteri Thailand Somchai Wongsawat menerima keputusan Mahkamah Konstitusi yang melarangnya melakukan aktivitas polistik selama lima tahun.
Dia juga menerima keputusan MK yang membubarkan People Power Party (PPP) karena terbukti melakukan manipulasi suara.
"Tugas saya sudah berakhir. Sekarang saya warga biasa," kata Somchai di Chiang Mai, kota di mana dia menjalankan pemerintahan Thailand selama massa aliansi rakayat untuk demokrasi (PAD) menduduki kantornya dan dua bandara utama di Bangkok.
"Namun saya masih tak mengira akan keluar keputusan seperti ini. Saya sudah melakukan yang terbaik, bukan untuk saya tapi untuk negara saya," tambah Somchai seperti dikutip News.au, Selasa (2/12/2008).
Mahkamah Konstitusi Selasa ini menyatakan partai berkuasa PPP beserta koalisinya yang menjadi naungan Somchai bersalah karena melakukan manipulasi suara pemilu. Somchai dilarang beraktivitas politik selama lima tahun.
Selanjutnya PPP bersama koalisinya akan membentuk kekuatan baru dalam partai politik baru dan mengajukan PM baru. PPP juga sudah membentuk organisasi baru untuk mengantisipasi putusan MK tersebut.
"Saya sedih mendengar keputusan ini yang tidak memberikan kami kesempatan untuk membela diri. Namun sebanyak 216 suara kami di parlemen akan memebentuk kekuatan baru untuk ikut dalam pemilu mendatang dan kembali merebut posisi PM," kata Kudeb Saikrajang juru bicara PPP.
Foto depan: JAMD(ton)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad