NEW YORK - Usaha Dewan Keamanan PBB untuk mendesak Israel menghentikan serangan ke Jalur Gaza mendapat rintangan Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu, Minggu (28/12/2008) ini, mem-veto resolusi PBB yang mengharuskan Israel menghentikan serangan ke Jalur Gaza.
Berlindung di balik Veto itu, Israel dapat dengan leluasa melakukan serangan sepanjang Minggu pagi waktu setempat. Seperti dilaporkan Press TV, hingga berita ini diturunkan, korban tewas sepanjang serangan Minggu pagi saja sudah mencapai enam orang.
Duta Besar Kroasia untuk PBB Neven Jurica membacakan pernyataan PBB bahwa Israel sesegra mungkin harus menghentikan kekerasan dan harus menghentikan segala bentuk serangan.
"Anggota Dewan Keamanan mengekspresikan perhatiannya atas eskalasi serangan di Gaza," kata Jurica yang juga menjabat sebagai Presiden DK. PBB.
Dia juga mendesak Israel membuka perbatasan sehingga bantuan medis dan makanan dapat dterima masyarakat Gaza.
Namun perwakilan AS di PBB, Zalmay Khalilzad membela langkah Israel yang menyerang Gaza. Menurutnya Tel Aviv memiliki hak untuk melindungi diri.
"Saya menyesalkan nyawa-nyawa orang tidak berdosa melayang. Namun ini karena Hamas melontarkan roket-roketnya," kata Khalilzad.
AS memang dikenal negara yang kerap membela kepentingan Israel di PBB. Sejak 1974, AS sudah mem-veto lebih dari 40 resolusi PBB. Selain itu, sejak 2004 saja, AS sudah empat kali mencegah adopsi resolusi terhadap serangan Israel ke Gaza.(ahm)