Getting Time...

Menanti Perubahan Australia

Nurfajri Budi Nugroho
Minggu, 25 November 2007 06:47 wib
Setelah berkuasa selama 11 tahun, John Howard yang disokong koalisi liberal-nasionalis akhirnya tersungkur kalah dari kelompok oposisi. Perubahan kebijakan internasional Negeri Kanguru itu diprediksi bakal drastis.

Bagaimana prospek hubungan Canberra dengan Jakarta? Hubungan kedua negara selama ini mengalami pasang dan surut. Terhadap Indonesia, Australia bisa dibilang cerewet dalam banyak hal. Maklum saja, negeri itu termasuk sekutu Amerika Serikat (AS) yang selalu menurut dengan apa yang dikatakan Paman Sam. Dengan Indonesia, isu Papua dan Timor-Timur kerap menjadi komoditas politik di Australia.

Namun kemenangan Kevin Rudd yang merupakan pemimpin Partai Buruh diyakini akan membawa dampak positif terhadap hubungan dengan Asia, khususnya Indonesia. Rudd yang fasih berbahasa Mandarin bakal mengulang kebijakan Paul Keating yang menganggap Asia sebagai mitra.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sapto Waluyo yang menghadiri undangan Partai Buruh Australia bersama sejumlah partai politik Indonesia lainnya mengatakan, "Kalau kita rujuk ke masa Paul Keating, maka hubungan Australia dengan Indonesia baik. Australia merasa dekat dengan Asia. Ada pertukaran guru bahasa indonesia. Papua pun dianggap menjadi kedaulatan Indonesia. Berbeda dengan Howard yang selalu tunduk dengan Amerika dan tidak punya pendirian."

Membangun hubungan dengan Indonesia mulai ditunjukkan Rudd dengan mengundang sejumlah politisi Indonesia menyaksikan langsung pemilu di sana, serta membangun komunikasi intensif antarpolitisi.

Ada 10 politisi Indonesia yang diundang, antara lain Sapto Waluyo (PKS), Nurul Arifin (Golkar), Muhammad Nadjib (PAN), Muhammad Azhari (PD), Lena Marliana (PPP), Ikhsan (PDIP), dan Yani (PBR Papua).

Awal Desember mendatang, Rudd bakal datang ke Bali untuk menghadiri Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim. Hal ini merupakan bagian dari janjinya untuk menandatangani Protokol Kyoto, yang selama ini tidak pernah dilakukan Howard sebagai pengikut setia AS.

Kebijakan lain yang bakal berubah adalah kebijakan perang Australia yang tidak serta-merta menetek pada AS. Rudd telah berjanji, bila menang dia akan menarik seluruh pasukannya dari Irak. Saat ini ada kurang lebih 550 serdadu Australia di Negeri 1001 Malam itu.

Bagaimana hubungan dengan Islam?

Sapto Waluyo mengatakan, salah satu hal yang dikedepankan Partai Buruh adalah multikulturalisme. Menurut Sapto, suara dari kalangan Muslim yang mendukung Partai Buruh cukup besar. "Karena ada imigran dari Libanon. Di sini mereka menguasai beberapa bisnis dan bahkan memberikan sumbangannya besar bagi Partai Buruh," tuturnya.(jri)
TWITTER »
twit