SYDNEY - Kemenangan Partai Buruh yang mengusung Kevin Rudd diyakini akan membawa perubahan politik bagi pemerintah Australia. Rudd diyakini akan membawa Australia keluar dari politik konservatif John Howard yang kerap didikte Amerika.
Seperti dilansir Associated Press, Minggu (25/11/2007), dalam waktu dekat Rudd akan segera menandatangani Protokol Kyoto soal pemanasan Global, yang selama ini ditampik Howard dan menarik 550 tentaranya dari Irak.
Dengan langkah-langkah tersebut, diyakini akan mendekatkan Australia dengan beberapa di Asia, termasuk Indonesia. Bahkan dalam perbincangannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai kemenangannya, Rudd juga menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam pertemuan PBB mengenai perubahan iklim di Bali Desember mendatang.
Sementara itu, sesaat setelah kemenangannya, Rudd juga mengaku telah bertelepon dengan Presiden Amerika George W Bush. Meski demikian, Rudd enggan mengungkapkan materi pembicaraan. Ruud hanya mengungkapkan, dirinya akan mengadakan lawatan ke Amerika tahun depan.
Terpilihnya Rudd sebagai PM Australia baru telah mengakhiri masa pemerintahan PM John Howard dari Partai Liberal yang berkuasa selama 12 tahun. Howard rupanya gagal membaca keinginan warga Australia, yang menolak dukungan Howard atas serangan Amerika ke Irak.
"Warga Australia memilih perubahan," ujar Rudd sesaat setelah kemenangannya. Rudd menilai ide-ide yang ditawarkan Howard usang. Rudd mengungguli Howard telak dengan perolehan 83 kursi dari 150 kursi di parlemen.
(pie)