BUENOS AIRES - Cristina Fernandez hari ini diambil sumpahnya sebagai presiden perempuan pertama Argentina. Dia kini resmi menggantikan suaminya, Nestor Kurchner, yang menduduki jabatan itu sebelumnya.
Majunya Christina Fernandez memunculkan harapan adanya jaminan keberlanjutan pemulihan ekonomi negeri itu.
Setengah dekade lalu, Argentina mengalami persoalan ekonomi yang disebut "neraka", di mana utang negara mencapai angka yang luar biasa. Namun, Kurchner berhasil mengatasi krisis ekonomi terburuk dalam sejarah Argentina itu. Tingkat kepopulerannya pun melonjak jauh di atas 60 persen.
"Pemerintahan yang saat ini datang ini akan lebih baik dari yang sebelumnya," ujar Kirchner mendukung istrinya, seperti dilansir Associated Press, Senin (10/12/2007).
Untuk diketahui, Christina Fernandez lahir pada 19 Februari 1953 di La Plata, Buenos Aires. Sarjana hukum ini menikah dengan kekasih kampusnya, Kirchner, pada 1975. Pada akhir 1980-an, Fernandez memulai karir politiknya.
Fernandez banyak mendapat dukungan dari masyarakat miskin Argentina dan kelas pekerja di Buenos Aires, wilayah berpenduduk paling padat. Hal ini disebabkan keberhasilan Kirchner dalam mengangkat Argentina keluar dari krisis ekonomi pada 2001.
Dia banyak berperan aktif dalam membantu suaminya. Dia juga telah banyak makan asam garam politik Argentina dengan menjadi senator. Rakyat Argentina berharap Cristina bisa mempertahankan dan mengulangi keberhasilan ekonomi yang pernah dicapai suaminya.
Setelah krisis ekonomi pada 2001, pertumbuhan Argentina melejit ketika berada di bawah pemerintahan Presiden Kirchner selama empat tahun. Pertumbuhan mencapai 8% yang didorong oleh belanja barang dan ekspor hasil pertanian.
(jri)