Nusa Dua - Menjelang berakhirnya konferensi PBB khusus membahas pemanasan global, kekecewaan terus berdatangan menyikapi sikap sejumlah negara yang tidak memiliki political will untuk mengatasi pemanasan global secara serius.
Kekecewaan ini terungkap dari pemenang Nobel Prize khusus tentang climate change, Al Gore, Kamis (13/12/2007) malam, di Bali International Convention Center.
Al Gore dihadapan Presiden UNFCCC, Rahmat Witoelar, kembali mempertanyakan sikap para delegasi, termasuk Amerika Serikat yang masih memperhitungkan setiap transfer teknologi dan pengurangan emisi gas buang dengan uang.
Padahal, setiap menit, kenaikan suhu di bumi, menjadi semakin panas, dan dampak pemanasan global terus berjalan. Al Gore menutup pidatonya selama 30 menit dengan mengajak seluruh delegasi terus berusaha melangkah lebih cepat, menyelesaikan Bali Road Map, menuju Copenhagen 2009.
(Elizabeth Widowati /Trijaya/uky)