Getting Time...

Jelang Penutupan, UNFCCC Dikepung Demo

Jum'at, 14 Desember 2007 16:29 wib
NUSA DUA - Aksi demonstrasi ratusan aktivis lingkungan dan mahasiswa digelar menjelang penutupan Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC). Mereka mengkritik perundingan yang tidak menghasilkan aksi nyata untuk mengatasi perubahan iklim.

Para aktivis dan mahasiswa datang secara bergelombang menuju halaman arena pertemuan di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Jumat (14/12/2007).

Mereka diantaranya dari WWF (World Wilde Foundation) International, Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Internasional, dan enam ekor beruang kutub.

Dalam aksinya, aktivis WWF mengusung ratusan balon warna hitam bertulis CO2 dan replika bumi bertuliskan "Real Leaders Tackle Climate Change". Ada juga yang mengecam sikap Amerika Serikat. "Don?t kill Kyoto Protocol, going Bush!," demikian spanduk yang diusung para aktivis lingkungan dari Jepang.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta pemimpin dunia tidak menyia-nyiakan konferensi UNFCCC. "Pengurangan emisi harus dimulai dari sikap tegas pemimpin negara," tandas Cramer dari Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Internasional.

Mereka juga meminta pertemuan tidak sekadar menghasilkan Bali Roadmap, tapi juga mandat kongkrit tanpa harus menunda waktu lagi. "Bumi kita sudah sangat memprihatinkan, karena itu harus ada keputusan dan tindakan nyata bukan hanya diskusi-diskusi," seru Afini Juwita Sari, mahasiswa IPB Bogor.

Pendemo juga sempat "menyandera" Menteri Perumahan Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Belanda Jacqueline Cramer untuk menyampaikan komitmennya untuk mengatasi dampak perubahan iklim ini. Cramer pun lantas mengambil palu dan paku dan kemudian menusukkannya ke sejumlah balon bertulis C02 sebagai simbol dukungan untuk menurunkan emisi.

Unjuk rasa berakhir dengan aksi teaterikal enam ekor beruang kutub yang kesakitan akibat emisi yang dikeluarkan negara-negara maju. Keenam beruang itu lalu berteriak "Save Human Too". Karena tak ada yang peduli, beruang kutub itu pun jatuh lunglai dan akhirnya mati.
(Miftachul Chusna/Sindo/jri)
TWITTER »
twit