INTERNATIONAL

DK PBB Gagal Sepakati Sanksi Iran

Jum'at, 21 Desember 2007 14:39 wib
Sindo Sore -

WASHINGTON - Anggota tetap Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Jerman gagal mencapai kesepakatan tentang sanksi tahap ketiga untuk Iran.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Condoleezza Rice menyatakan, kegagalan tersebut disebabkan sikap China dan Rusia yang masih berbeda pendapat dengan anggota DK lainnya tentang nuklir Iran.

"Kami mempunyai pandangan taktis berbeda tentang waktu dan spesifikasi dalam resolusi itu. Namun, kami sependapat bahwa strategi yang telah kami jalankan sangat tepat untuk mengakhiri konflik nuklir Teheran. Kami sepakat Iran harus menutup program nuklirnya," papar Rice kepada wartawan, seusai bertemu Menlu Kanada Maxime Bernier, Jumat (21/12/2007) dini hari WIB.

Sebelumnya, Rice telah melakukan pembicaraan dengan para diplomat anggota DK PBB plus Jerman melalui telepon. Namun, dalam pembicaraan yang berlangsung selama 90 menit itu, DK PBB plus Jerman gagal menyepakati draf resolusi baru tentang nuklir Iran.

Diduga, kebuntuan tersebut terkait dengan laporan Estimasi Intelijen Nasional AS pada awal bulan ini yang menyatakan Iran telah menutup proyek nuklirnya sejak 2003. Para diplomat tersebut akan kembali membahas resolusi itu pada Januari mendatang.

Diperkirakan, perundingan akan berjalan alot karena sikap penolakan Rusia dan China terhadap resolusi baru DK PBB. Bahkan, sebelumnya Rusia telah mengirim bahan bakar nuklir ke reaktor Bushehr.

Meski proses pengiriman diawasi secara ketat oleh Badan Energi Atom Dunia (IAEA), kebijakan Moskow ini dianggap menguntungkan Iran. Belum ada reaksi dari Teheran terkait kegagalan DK PBB merilis draf resolusi baru bagi Iran.

Sebelumnya, pemimpin Iran berjanji tidak akan pernah menutup reaktor nuklirnya, apa pun yang terjadi.
(Sindo Sore//jri)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป