Getting Time...

Earth Hour: Kota Besar Dunia Berselimut Gelap

Anggi Kusumadewi
Minggu, 30 Maret 2008 10:52 wib
CHICAGO - Dari Koloseum di Roma, Opera House di Sydney, sampai Sears Tower di Chicago, semua ikon terkenal penanda peradaban tersebut, diselimuti kegelapan untuk memperingati Earth Hour (Waktu Bumi) - sebuah kampanye berskala global untuk mengingatkan penduduk dunia terhadap bahaya pemborosan energi dan ancaman perubahan cuaca.

Kelompok lingkungan WWF telah mendesak kalangan pemerintahan, bisnis, dan rumah tangga di manapun mereka berada, untuk kembali menggunakan lilin selama sekurang-kurangnya 60 menit pada hari Sabtu (29/3/2008) mulai pukul 20.00 waktu setempat.

Kampanye Earth Hour ini dimulai tahun lalu di Australia, dan tahun ini berjalan dari Afrika Selatan hingga Eropa, seiring dengan tenggelamnya matahari.

"Yang mengagumkan dari kampanye Earth Hour adalah ia melintasi batas negara dan berlangsung  di tempat-tempat seperti Cina, Vietnam, dan Papua Nugini," ujar Andy Ridley, direktur eksekutif Earth Hour.  Lebih lanjut, Ridley menyatakan bahwa sepertinya kampenye ini telah digaungkan dan dihubungkan oleh banyak orang.

Panitia Earth Hour berharap sekitar 100 juta warga dunia akan mematikan penggunaan barang-barang elektronik dan lampu mereka yang dirasa kurang penting, selama satu jam.  Selama ini, telah diketahui bahwa pembangkit-pembangkit tenaga listrik berkontribusi dalam menghasilkan gas rumah kaca yang memicu perubahan iklim.

Di Chicago, listrik dari 200 lebih gedung-gedung di pusat keramaian kota, juga dipadamkan.  Richard Moss, Wakil Presiden Perubahan Iklim WWF yang juga termasuk dalam salah satu anggota Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang memengkan Nobel Perdamaian, menyatakan bahwa selama ini terdapat keyakinan meluas di kalangan internasional bahwa entah bagaimana, rakyat AS tidak memahami bahwa perubahan iklim adalah suatu persoalan, dan bahwa mereka malas serta lebih terikat pada gaya hidup.  "Dengan berpartisipasinya AS dalam Earth Hour, tuduhan tersebut terbukti tidak sepenuhnya benar," tukas Moss di Chicago.

Selandia Baru dan Fiji merupakan negara pertama yang memulai pemadaman listrik tahun ini.  Dan di Sydney, Australia, dua ikon arsitektur kota itu, Opera House dan Jembatan Harbour yang biasa bergelimang cahaya di malam hari, kemarin diselimuti kegelapan dengan latar belakang dramatis cahaya kilat akibat badai.

Cahaya juga padam di Kuil Buddha Wat Arun, Bangkok, Thailand, yang terkenal; pusat-pusat kebudayaan dan perbelanjaan di Manila, Filipina; beberapa puri di Swedia dan Denmark; gedung paelemen di Budapest, Hongaria; serangkaian ikon bangunan di Warsawa, Polandia; dan London City Hall serta Canterbury Cathedral di Inggris. (fit)
TWITTER »
twit