Getting Time...

Negara Miskin Ancam Tolak Teken Pakta Iklim

Nurfajri Budi Nugroho
Rabu, 02 April 2008 11:13 wib
BANGKOK - Sejumlah negara miskin dan berkembang menyatakan tidak akan menandatangani pakta pemanasan global yang kini dibahas dalam Konferensi Perubahan Iklim di Bangkok, Thailand.

Mereka bersedia menandatangani itu jika negara-negara industri menjamin akan mengucurkan miliaran dolar yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan efek dari perubahan iklim.

Dalam forum tersebut, negara-negara kepulauan di Karibia dan Pasifik Selatan membeberkan bagaimana wilayah mereka hancur diterjang banjir, air laut pasang, dan badai siklon, yang diakibatkan perubahan iklim.

Ironisnya, mereka tidak memiliki cukup uang untuk membangun dinding di tepi laut atau merelokasi warga yang terancam.

"Untuk beradaptasi sangat mendesak bagi kelangsungan hidup kami," ujar Selwin Hart, delegasi dari Barbados yang berbicara atas nama Aliansi Negara Kepulauan Kecil dalam forum itu, seperti dilansir Associated Press, Rabu (2/4/2008).

Diberitakan sebelumnya, para delegasi dari 163 negara berkumpul di Bangkok membahas kelanjutan Bali Road Map yang digelar di Pulau Bali akhir tahun lalu. Seperti diketahui, pertemuan di Bali tidak mencapai kesepakatan yang memuaskan, lantaran sikap keras kepala Amerika Serikat mengenai target emisi karbon.

Pertemuan di Bangkok ini diharapkan dapat mencapai kesepakatan untuk membuat pakta baru menggantikan Protokol Kyoto yang akan habis masa berlakunya pada 2012.(jri)
TWITTER »
twit