Getting Time...

Australia Luncurkan Proyek Kubur CO2

Nurfajri Budi Nugroho
Rabu, 02 April 2008 15:58 wib
CANBERRA - Australia memulai pemompaan karbon dioksida ke bawah tanah menggunakan sebuah teknologi eksperimental yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas buang dengan mengunci gas berbahaya di dalam tanah.

Pemerintah Australia membuka proyek tersebut di selatan negara bagian Victoria, Rabu (2/4/2008), dan mengklaim dapat menangkap dan memampatkan 100.000 metrik ton (110,231 ton AS) karbon dioksida (CO2) dan menyuntikkannya ke kedalaman 2 kilometer (6.500 kaki) di bawah tanah.

Proses ini dikenal sebagai geosequestration. Proyek ini mendapatkan dukungan dari pemerintah federal dan negara bagian.

"Proyek ini memiliki peran penting dalam mendemonstrasikan teknik dan kemungkinan menerapkan geosequestration di Australia dan dunia, dan mempersiapkan cara untuk memperluas aplikasi ini," kata Peter Cook, pimpinan proyek ini dalam pernyataan yang dikutip Associated Press.

Sejumlah negara maju sebelumnya telah memulai kajian untuk mereduksi CO2 dengan cara tersebut. Sebab, gas ini ikut menciptakan efek rumah kaca yang berujung pada pemanasan global.

Secara alami, gas CO2 sebenarnya akan diserap tumbuhan dalam proses fotosintesis dedaunan. Namun, berkurangnya jumlah pepohonan, termasuk hutan, mengurangi daya serap terhadap CO2. (jri)
TWITTER »
twit