Paus Temui Korban Pelecehan Seks Rohaniwan
Nurfajri Budi Nugroho
Jum'at, 18 April 2008
11:32 wib
WASHINGTON - Paus Benediktus XVI berdoa sambil meneteskan air mata dengan para korban pelecehan seks yang dilakukan oknum rohaniwan, dalam kunjungan dia ke Washington, Amerika Serikat.
Pastur Federico Lombardi, juru bicara kepausan, mengatakan Benediktus dan Kardinal Boston Sean O'Malley bertemu dengan lima atau enam korban pelecehan seks itu selama 25 menit. Paus berjanji akan mendukung mereka dan memberikan harapan.
Salah seorang korban, Bernie McDaid, kepada Associated Press mengatakan dirinya menjabat tangan paus, mengatakan bahwa dirinya adalah seorang bocah altar dan dilecehkan oleh seorang pastur. Pelecehan, kata dia kepada Paus, tidak hanya seksual, namun juga spiritual.
"Saya katakan, 'Bapak Suci', kamu perlu tahu kamu memiliki kanker di jemaatmu dan saya berharap anda melakukan sesuatu untuk masalah ini, anda harus memperbaiki ini," kata McDaid, Jumat (18/4/2008) WIB.
Sebelumnya, dalam wawancara dua hari lalu, Paus Benediktus XVI menyatakan, kasus asusila yang terjadi sejak 2002 merupakan kasus yang sangat memalukan. Sebab, sejumlah rohaniwan di AS terbukti bersalah melakukan pelecehan seks terhadap anak-anak. Hal ini membuat pihak keuskupan membayar ganti rugi mencapai USD2 miliar.(jri)