Getting Time...

AS Negara Paling Rugi Akibat Kekerasan Senjata

Anton Suhartono
Jum'at, 12 September 2008 15:31 wib
Polisi Kolombia menyita 150 peluncur granat milik milisi FARC/AP
Polisi Kolombia menyita 150 peluncur granat milik milisi FARC/AP
GENEVA - Amerika Serikat merupakan negara paling tinggi nilai kerugiannya di dunia karena banyak warganya yang meninggal akibat kejahatan menggunakan senjata api.

Menurut survei yang dilakukan badan pengembangan PBB dan Small Arms Survey, AS menderita kerugian sebesar USD45,1 miliar atau sekira Rp427,5 triliun, akibat nilai produktivitas ekonomi yang hilang karena kejahatan senjata.

Survei juga mencatat setidaknya 490.000 orang terbunuh akibat kejahatan menggunakan senjata setiap tahunnya di seluruh dunia. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu faktor paling berpengaruh terhadap nilai produktivitas ekonomi negara.

Survei tak menyebut jumlah korban berdasarkan negaranya, namun selain AS, Kolombia, El Salvador, Guatemala, Jamaica, dan Afrika Selatan, termasuk negara yang penduduknya paling banyak tewas karena kejahatan senjata api.

Survei juga mengungkap, jumlah korban akibat kejahatan senjata lebih tinggi akibat korban perang.

Dari 90 negara yang diambil sample, nilai kerugian ekonomi yang diderita sebuah negara, akibat kehilangan penduduknya di usia produktif, mencapai USD95 miliar hingga USD163 miliar. (USD1 = Rp9.480)

"Penilaian diambil berdasarkan kalkulasi nilai kerugian akibat seseorang yang meninggal di usia produktif," kata Achim Wennmann pejabat Small Arms Survey seperti dikutip Associated Press, Jum'at (12/9/2008).

Wennmann menambahkan, jika seseorang hidup, ia memiliki nilai produktivitas secara ekonomi. Sementara yang mati di usia produktif justru sebenarnya merugikan.

Nilai kerugian ekonomis juga termasuk dari perhitungan biaya medis atau perawatan saat korban di rumah sakit dan biaya kematian. Data tersebut diambil dan dikompilasikan dari organisasi internasional dan pihak otoritas terkait. Pengambilan data diambil sejak 2004.
(ton)
TWITTER »
twit