JOHANNESBURG - Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya Senin (22/9/2008) ini. pria berusia 66 tahun ini mudur atas desakan dari partainya.
Keputusan ini diungkapkan melalui siaran televisi, setelah Mbeki mengadakan pertemuan dengan anggota kabinet Pretoria. Dalam petemuan tersebut, Mbeki meminta saran kabinet atas keputusan pengunduran dirinya.
Pengunduran diri Mbeki, mempermulus jalan rival politiknya, Jacob Zuma menjadi orang nomor satu di Afsel pada musim semi mendatang.
"Saya ingin menungkapkan terima kasih kepada bangsa Afsel dan Kongres Nasional ata kesempatan yang diberikan menjadi deputi presiden kemudian menjadi presiden," ungkap Mbeki dalam sebuah siaran televisi lokal seperti dikutip CNN, Senin (22/9/2008).
Beberapa menteri menyatakan, mereka juga akan mengundurkan diri jika Mbeki jadi mengundurkan diri. Namun sumber CNN menyatakan, Mbeki meminta kabinetnya bertahan.
Dalam pidatonya, pria yang sudah sepluh tahun menjabat sbegai presiden ini, menuturkan, selama periodenya ekonomi Afsel tumbuh signifikan. Namun dirinya mengakui masih banyak tantangan di bidang ekonomi yang harus dicari jalan keluarnya. Selain itu, masalah korupsi dan kejahatan akan menjadi tantangan bagi pemimpin baru.
Sekretaris Jenderal kongres nasional Gwede Mantashe sebelumnya mengatakan, Mbeki diminta mundur oleh partainya. Permintaan tersebut kemudian diamini Mbeki.
Permintaan ini muncul atas tuduhan korupsi, penipuan, dan pemerasan kepada rivalnya Zuma yang dilontarkan Mbeki. Namun hakim Chris Nicholson menyatakan, tidak ada bukti yang menyatakan Zuma bersalah dalam kasus ini. Kemudian National Prosecuting Authority membebaska Zuma dari segala tuduhan.
Zuma pun menolak segala tuduhan tersebut dan menyatakan, ini merupakan bagian dari trik politik untuk menggesernya dari kandidat presiden kongres. Mbeki sendiri menggantikan Nelson Mandela pada Juni 1999.
(ton)