LONDON - Masyarakat dunia meyakini, perang terhadap aksi terror yang dilakukan Amerika Serikat tak serta merta membuat Al Qaeda lemah. Justru jaringan organisasi pimpinan Osama bin Laden tersebut semakin kuat.
Demikian hasil survei yang dirilis BBC World Service dan dikutip Reuters Senin (29/9/2008). Survei melibatkan hampir 24.000 responden dari 23 negara.
"Meski aksi militer makin gencar dilakukan, perang AS melawan Al Qaeda tidak menunjukkan perbaikan. Banyak orang yang beranggapan Al Qaeda justru semakin kuat," kata Steven Kull, director of the Program on International Policy Attitudes.
Kenya hanya satu-satunya negara yang diyakini kekuatan Al Qaeda lemah. Pada 1998, Al Qaeda meledakkan Kedubes AS dan sebuah hotel milik Israel pada 2002.
Di AS, hanya 34 persen yang meyakini kekuatan Al Qaeda sudah lemah. Sebanyak 26 persen beranggapan pengerahan kekuatan militer AS melawan Al Qaeda tidak ada manfaatnya. Sementara 33 persen berpandangan jaringan Al Qaeda semakin kuat. Bahkan sebagian besar responden AS menganggap sebenarnya perang ini dimenangkan oleh Al Qaeda.
Sementara itu, lebih dari 40 persen responden di Prancis, Meksiko, Italia, Australia, dan Inggris juga meyakini perang AS atas Al Qaeda tak ada manfaatnya.
Berbeda dengan responden lainnya, di Mesir dan Paksitan sebagian besar responden justru memiliki pandangan positif terhadap Al Qaeda dalam melawan arogansi AS.
Survei dilakukan GlobeScan bekerjasama dengan International Policy Attitudes at the University of Maryland. Sebanyak 23.937 menjadi respoden di 23 negara. Survei dilakukan antara Juli dan September 2008.
(ton)