Bekas Penjara Mandela 'Dikuasai' Kelinci
Kamis, 16 Oktober 2008
09:27 wib
CAPETOWN - Pemerintah Afrika Selatan memutuskan menutup Pulau Robben selama dua pekan. Penutupan itu dimaksudkan untuk "membasmi" kelinci yang telah "menguasai" tempat eks penjara mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandala tersebut.
Mandela yang menjadi Presiden Afrika Selatan pada akhir masa pemerintahan apartheid ditahan di Pulau Robben selama 18 tahun. Sementara situs yang masuk dalam daftar Warisan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu telah menjadi salah satu daya tarik turis asing ke negara tersebut.
Kelinci-kelinci itu berkembang biak dengan pesat dan mengancam rerumputan dan bangunan historis di pulau itu. "Populasi kelinci saat ini begitu banyak sehingga mengancam kerusakan permanen terhadap rerumputan di pulau itu yang sensitif dan menebarkan ancaman serius terhadap spesies fauna lain," papar Seelan Naidoo, seorang petugas di museum Pulau Robben.
"Pembasmian 'berperikemanusiaan' akan dilakukan dengan berkoordinasi dengan kelompok pembela hak hewan," imbuh dia. Setelah pembasmian itu, otoritas setempat juga akan menggelar program sterilisasi yang ditujukan terhadap sekelompok kecil populasi kelinci yang akan diatur. Museum Pulau Robben akan ditutup pada 1-16 November. (sindo//mbs)