SEOUL - Seorang diplomat Korea Utara menyatakan, pihaknya siap mengadakan dialog soal program nuklir dengan pemerintah AS setelah terpilihnya presiden AS Barack Obama.
Negosiator nuklir Korut Ri Gun menyatakan hal tersebut di New York setelah mengadakan pertemuan dengan Sung Kim, duta AS untuk pembicaraan nuklir Korut. "Kami siap berdialog dengan administrasi AS yang baru," kata Ri seperti dikutip Associated Press, Jum'at (7/11/2008).
Setelah Ri bertemu dengan pimpinan duta nuklir AS Christopher Hill, Ri mengatakan, ini hanya akan kami lakukan jika pihak AS benar-benar menginginkan dialog. "Jika tidak dan tetap melakukan isolasi, tentu kami akan melawan," tegasnya.
Pada Jum'at ini, Obama mengadakan pembicaraan lewat telepon dengan presiden Korea Selatan Lee Myung-bak. Dalam pembicaraan tersebut, mereka sepakat untuk akan bekerjasama lebih erat dalam menyelesaikan masalah nuklir Korut. Obama menyebut ini sebagai aliansi untuk menjaga stabilitas perdamaian di Asia.
Pejabat senior AS dan Korut mengadakan pertemuan Kamis kemarin di New York untuk membahas langkah selanjutnya dari implementasi kerjasama pelaporan program nuklir Pyongyang. Presiden Bush memasukkan Korut dalam daftar negara sponsor terorisme setelah negara tersebut menolak tim inspeksi nuklir untuk memeriksa fasilitas nuklirnya.
Kim menilai pertemuan tersebut sangat berarti dan akan dilanjutkan. Kedua pihak rencananya akan melanjutkan pembicaraan putaran keenam dalam waktu dekat.
(ton)