Robert Mugabe (Foto: Corbis)
HARARE - Presiden Zimbabwe Robert Mugabe (84) mengatakan "Zimbabwe adalah milik saya". Dia juga menegaskan tidak akan pernah menyerah, dan tidak ada negara Afrika yang cukup berani untuk menumbangkan dia.
Pernyataan Mugabe itu merespons seruan utusan Amerika Serikat pada Kamis lalu, yang meminta dia mundur dari jabatannya. Seruan serupa juga muncul dari sejumlah negara lainnya.
"Saya tidak akan pernah, tidak akan pernah menjual negara saya. Saya tidak akan pernah, tidak akan, tidak akan menyerah. Zimbabwe adalah milik saya. Saya adalah orang Zimbabwe, dan Zimbabwe hanya untuk orang Zimbabwe," tegas Mugabe, dikutip dari New York Times, Sabtu (20/12/2008).
Mugabe, yang telah berkuasa selama 28 tahun, telah melakukan pembicaraan pembagian kekuasaan dengan kelompok oposisi selama tiga bulan, di tengah krisis ekonomi dan politik yang melanda negeri itu.
Saat ini inflasi di Zimbabwe mencapai angka yang luar biasa tak terkendali, hingga 231 juta persen. Pada awal bulan ini, pemerintah mengumumkan rencana peluncuran uang kertas pecahan 200 juta dolar, hanya beberapa hari setelah peluncuran uang kertas senilai 100 juta ke peredaran.
Zimbabwe juga tengah dilanda wabah kolera. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah korban meninggal akibat kolera di Zimbabwe mencapai 800 orang. Kolera juga sudah menginveksi sebanyak 16.000 orang lainnya. Menurut data Zimbabwe Health Cluster, kasus kolera diprediksi bisa mencapai 60.000 penderita.
Salah seorang pejabat pemerintah Zimbabwe menuduh Inggris berada di balik wabah kolera yang menimpa negara itu. Dia menyebut kasus kolera ini sebagai "serangan gencar pembasmian etnik".(jri)