Mas Selamat Kastari (Foto: Reuters)
SINGAPURA - Mas Selamat Kastari ternyata sudah ditangkap kepolisian Malaysia semenjak 1 April lalu. Menurut sumber intelijen, hingga kini dia masih diinterogasi oleh aparat setempat. Demikian diberitakan surat kabar The Strait Times, Jumat (8/5/2009).
Kastari kabur dari penjara Whitley Road Detention Center pada 27 Februari 2008 melalui toilet yang tidak dikunci. Tak lama itu, aparat kepolisian dan militer Singapura menggelar perburuan besar-besaran. Peringatan pun disebar ke seluruh jaringan Interpol dunia.
Kastari diduga kuat merupakan pemimpin kelompok Jemaah Islamiyah yang turut mengotaki peristiwa Bom Bali 2002. Dia juga diduga menjadi otak dari rencana pembajakan pesawat yang akan ditabrakkan ke Bandara Changi, Singapura. Pemerintah Singapura juga menuduh dia merencanakan serangan menggunakan truk berisi bom ke sejumlah tempat di negeri kepulauan itu, termasuk American Club dan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Seorang juru bicara pemerintah Singapura membenarkan telah ditangkapnya Kastari. Namun dia tidak menyebutkan detail mengenai hal tersebut.
Sebelum ditahan di Singapura, Mas Selamat Kastari awalnya ditangkap oleh kepolisian Indonesia pada Januari 2006, yang kemudian menyerahkannya kepada pemerintah Singapura. Dia ditahan di bawah aturan Internal Security Act, yang memberikan kewenangan bagi aparat untuk melakukan penahanan tanpa pengadilan.(jri)