Warga Meksiko mengenakan masker untuk menghindari virus flu babi (Reuters)
BANGKOK - Pemerintah Thailand mengonfirmasi kasus pertama flu babi. Seorang warga dinyatakan positif terjangkit virus H1N1, namun dia saat ini sudah dinyatakan sembuh.
"Hasil laboratorium mengonfirmasi terjadinya infeksi, namun warga itu sudah disembuhkan," kata Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva tanpa menjelaskan detail mengenai kasus tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/5/2009).
Sebelumnya di Bali seorang warga negara Belanda menjadi pasien terduga flu babi. Namun saat ini kondisi pria bernama Michelle van Derson (32) itu berangsur membaik. Selama menjalani perawatan, pasien tetap dalam kondisi sadar dan bisa berkomunikasi dengan baik. Sejak diberikan Tamiflu, suhu pasien berangsur turun sampai 36 derajat Celcius, tensi darah 110, nadi 62 kali per menit, dan nafas 20 kali per menit. Hasil pemeriksaan lainnya juga tidak ditemukan ada gangguan pada paru-paru.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jumlah kasus flu babi yang sudah terkonfirmasi hingga kemarin sebanyak 4.696 kasus di 30 negara. Sejauh ini sebanyak 53 orang telah meninggal dunia.
"Di Amerika Serikat dilaporkan ada 2.532 kasus yang sudah dites di laboratorium, termasuk tiga orang tewas," sebut WHO dalam pernyataannya, dikutip dari situsnya, tadi malam.
Meksiko telah melaporkan kasus manusia yang terinfeksi sebanyak 1.626, termasuk 48 korban meninggal dunia. Kanada melaporkan 284 kasus, termasuk satu orang tewas, dan Costa Rica melaporkan delapan kasus, termasuk satu korban tewas.(jri)