Rodrigo Rosenberg dalam videonya (YouTube)
GUATEMALA CITY - Presiden Guatemala Alvaro Colom dituduh menjadi dalang di balik pembunuhan seorang pengacara. Namun, Colom membantah tuduhan itu.
Sang pengacara, Rodrigo Rosenberg, sebelum tewas meninggalkan sebuah video yang menyalahkan presiden, jika sesuatu terjadi padanya. Rosenberg tewas tertembak pada Minggu 10 Mei lalu saat bersepeda di Guatemala City. Keesokan harinya, sebuah rekaman video yang mencuat ke publik.
Dalam rekaman itu, Rosenberg terlihat duduk di belakang meja dan dengan tenang berbicara melalui sebuah mikrofon mengenai Colom dan orang-orang di belakangnya.
"Jika anda melihat pesan ini, itu adalah karena saya dibunuh oleh Presiden Alvaro Colom, dibantu Gustavo Alejos," sebut Rosenberg, dikutip dari CNN, Rabu (13/5/2009). Alejos merupakan sekretaris pribadi Colom. Rosenberg juga menyebut orang ketiga yang dia yakin dapat terlibat dalam pembunuhan dirinya. Dia juga menyebut istri presiden dalam dua kasus pembunuhan bulan lalu.
Dalam tayangan televisi yang disiarkan Senin malam, Colom menolak adanya keterlibatan dirinya. "Kami tegas menolak tuduhan yang menganggap adanya keterkaitan presiden, ibu negara, dan sekretaris pribadi sebagai orang-orang yang bertanggung jawab," tegas Colom.
Tanggal dalam video menunjukkan Rosenberg membuat video itu pekan lalu. Rekaman itu muncul hari Senin setelah dia dimakamkan, dan diposting di YouTube dan diberitakan surat kabar El Periodico de Guatemala.
Dalam videonya, Rosenberg mengaku dia menjadi target pembunuhan lantaran berbicara mengenai kematian pengusaha terkemuka Khalil Musa dan putrinya pada April lalu. Kata Rosenberg, mereka dibunuh karena menolak berpartisipasi dalam tindak korupsi yang diinginkan presiden.
Di video itu Rosenberg terlihat mengenakan jaket biru tua, hem putih, dan dasi berwarna biru langit. Sebuah kain biru menutupi dinding di belakang dia, sementara mikrofon merah berada di meja di depan dia.(jri)