Pejabat Militer Lebanon Jadi Mata-Mata Israel
Anton Suhartono
Selasa, 26 Mei 2009
17:56 wib
BEIRUT - Seorang pejabat militer Lebanon ditahan karena dituduh menjadi mata-mata Israel. Hingga saat ini, Lebanon telah menangkap puluhan warganya terkait aktivitas spionase.
Otoritas keamanan Lebanon menyatakan telah menahan 30 orang. Sebanyak 21 di antaranya sudah dijatuhi hukuman dan sebagian lainnya sudah mengaku bersalah. Demikian dilansir Reuters, Selasa (26/5/2009).
Israel sendiri tidak memberikan komentar terkait penangkapan itu.
Pejabat Lebanon juga menunjukkan barang bukti alat-alat komunikasi yang ditemukan di rumah para tersangka. Alat-alat itu menjadi petunjuk kuat keterlibatan mereka selama menjalankan aksinya.
Setidaknya dua tersangka mata-mata melarikan diri ke Israel pekan lalu. Lebanon sudah meminta Israel untuk menyerahkan keduanya.
Sementara itu pemimpin Hezbullah Hassan Nashrallah menyerukan agar para tersangka mata-mata Israel itu dijatuhi hukuman mati.
Seorang pejabat keamanan Lebanon lainnya menyatakan, penangkapan itu menunjukkan meningkatnya warga Lebanon yang menjadi mata-mata Israel setelah perang Hezbullah-Israel pada 2006.
Seorang tersangka ditangkap karena mengawasi aktivitas pejabat senior Hezbullah dan beberapa ditahan terkait pembunuhan pejabat senior kelompok Syiah itu pada 2004.(ton)