(Press TV)
MOSKOW - Rusia dan Amerika Serikat telah menandatangani sebuah kesepakatan senilai USD1 miliar yang memungkinkan Washington mengimpor bahan bakar uranium untuk reaktor nuklirnya.
Di bawah kontrak itu, perusahaan negara Rusia, Tekhsnabeksport akan memasok perusahaan-perusahaan AS dengan Uranium secara langsung, mulai 2014 hingga 2020. Dengan demikian, Rusia menguasai 20 persen pasar uranium di AS dan memperluas jangkauannya dalam sektor nuklir dunia.
Penandatanganan digelar di ibu kota Rusia, Moskow, Selasa kemarin antara Tekhsnabeksport atau Tenex dan perusahaan elektronik Pacific Gas G & Electric Company yang berbasis di San Fransisco, AmerenUE Corp yang berbasis di St Louis, dan Luminant yang berbasis di Texas.
"Ini adalah terobosan yang revolusioner," kata Sergei Kiriyenko, kepala badan energi atom, Rosatom, yang menguasai Tenex, dikutip dari Reuters, Rabu (27/5/2009).
Hingga tahun lalu, undang-undang anti-dumping AS hanya membolehkan Rusia menjual uranium yang dibongkar dari senjata nuklir Uni Soviet.
"Kami telah menghancurkan dinding yang melarang kami menjual bahan bakar dari Rusia ke pasar Amerika. Setelah kontrak ditandatangani hari ini, kami akan memulai kontrak baru," kata Kiriyenko setelah bersulang sampanye dengan mitranya dari AS.
"Ini barulah permulaan," ujarnya kegirangan.(jri)