Lim Chin Chin, ahli forensik yang menjadi saksi persidangan mahasiswa Indonesia tewas di Malaysia, David Hartanto Widjaja. (Foto: The Straits Times)
SINGAPURA - Sidang koroner hari kelima kematian mahasiswa Indonesia David Hartanto Widjaja mengungkap, darah yang ditemukan di lokasi kejadian kebanyakan merupakan darah David.
David ditemukan tewas pada 2 Maret lalu setelah loncat dari jembatan yang menghubungkan dua gedung setingkat lantai empat. Beberapa menit sebelumnya, David didapati berlari dari ruang desennya di Nanyang Tenchnology University (NTU), Profesor Chan Kap Luk.
Ahli forensik yang menjadi saksi di pengadilan koroner, Selasa kemarin, Lim Chin Chin mengatakan, temuannya selama ini didasarkan pada foto, dua kali kunjungannya ke lokasi kejadian pada April, dan berdasarkan informasi dari polisi. Demikian seperti dikutip dari The Straits Times, Rabu (27/5/2009).
Dia mengatakan, kebanyakan darah yang tertinggal di ruang Prof Chan, termasuk di layar komputer, merupakan darah David. Saat terjadi penyerangan Prof Chan duduk dekat komputer.
Menurut Lim, Ini mengindikasikan ada serangan menggunakan tangan ke arah bawah namun bercak darahnya mengenai layar komputer.
Pada persidangan sebelumnya, Senin (25/5) ahli forensik lainnya, Christopher Syn, mengatakan hanya darah Widjaja yang ditemukan pada gagang pisau yang digunakan untuk menikam Prof Chan. Namun di bagian mata pisau ditemukan campuran darah Widjaja dan Chan.
Lim menambahkan, darah Chan banyak ditemukan di lantai dekat meja komputer. Sementara di luar ruang kantor ditemukan bercak darah ke dua arah. Satu menunjukkan darah Chan dan arah lainnya milik David. Darah itu nampaknya keluar dari pergelangan tangan David sebelum dia menuju ke atap jembatan.
Persidangan akan dilanjutkan pada 17 Juni.
(ton)
David ditemukan tewas pada 2 Maret lalu setelah loncat dari jembatan yang menghubungkan dua gedung setingkat lantai empat. Beberapa menit sebelumnya, David didapati berlari dari ruang desennya di Nanyang Tenchnology University (NTU), Profesor Chan Kap Luk.
Ahli forensik yang menjadi saksi di pengadilan koroner, Selasa kemarin, Lim Chin Chin mengatakan, temuannya selama ini didasarkan pada foto, dua kali kunjungannya ke lokasi kejadian pada April, dan berdasarkan informasi dari polisi. Demikian seperti dikutip dari The Straits Times, Rabu (27/5/2009).
Dia mengatakan, kebanyakan darah yang tertinggal di ruang Prof Chan, termasuk di layar komputer, merupakan darah David. Saat terjadi penyerangan Prof Chan duduk dekat komputer.
Menurut Lim, Ini mengindikasikan ada serangan menggunakan tangan ke arah bawah namun bercak darahnya mengenai layar komputer.
Pada persidangan sebelumnya, Senin (25/5) ahli forensik lainnya, Christopher Syn, mengatakan hanya darah Widjaja yang ditemukan pada gagang pisau yang digunakan untuk menikam Prof Chan. Namun di bagian mata pisau ditemukan campuran darah Widjaja dan Chan.
Lim menambahkan, darah Chan banyak ditemukan di lantai dekat meja komputer. Sementara di luar ruang kantor ditemukan bercak darah ke dua arah. Satu menunjukkan darah Chan dan arah lainnya milik David. Darah itu nampaknya keluar dari pergelangan tangan David sebelum dia menuju ke atap jembatan.
Persidangan akan dilanjutkan pada 17 Juni.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat
http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad