WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat menolak laporan yang dilansir harian Inggris
Daily Telegraph mengenai beredarnya
foto-foto penyiksaan di penjara Irak, termasuk gambar pemerkosaan dan pelecehan seksual.
Telegraph menduga foto-foto tersebut adalah di antara ratusan foto terkait investigasi terjadinya penyiksaan di penjara yang telah diminta oleh Presiden Barack Obama untuk tidak disebarluaskan. Permintaan Obama itu bertujuan untuk menghindari ancaman terhadap tentara keamanan AS di luar negeri.
Juru bicara Pentagon, Bryan Whitman, mengatakan surat kabar itu telah menunjukkan ketidakmampuan mendapatkan fakta yang benar. Demikian seperti dikutip
AFP, Jumat (29/5/2009).
Awal bulan ini Obama memilih untuk tidak merilis ratusan foto yang menjadi bukti dalam penyelidikan mengenai penyiksaan tahanan pada penjara-penjara di Irak yang dikelola AS. Penolakan oleh Obama itu menimbulkan protes keras dari American Civil Liberties Union atau ACLU, yang meminta foto-foto tersebut dirilis.
Berdasarkan laporan
Telegraph, gambar-gambar tersebut menunjukkan para serdadu AS memperkosa tahanan, menyiksa tahanan dengan tongkat keras yang biasa dipakai polisi, kawat, dan alat-alat lainnya. Foto lainnya menunjukkan seorang tahanan perempuan yang dipaksa menunjukkan buah dadanya.
Surat kabar itu mengutip Mayor Jenderal Antonio Taguba, mantan petinggi militer yang mempublikasikan sebuah laporan pada 2004 mengenai skandal penyiksaan di penjara Abu Ghraib. Taguba mengatakan foto-foto tersebut menunjukkan pemerkosaan, penyiksaan, dan pelecehan.
Namun Whitman membantah bahwa foto-foto itu adalah yang dipilih Obama untuk tidak dipublikasikan.
Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs juga membantah laporan tersebut.
(jri)