Getting Time...

Mesir Diminta Tak Terbujuk Rayuan Obama

Nurfajri Budi Nugroho
Rabu, 03 Juni 2009 11:38 wib
Ayman al-Zawahri (kanan) bersama Osama bin Laden (Chinadaily)
Ayman al-Zawahri (kanan) bersama Osama bin Laden (Chinadaily)
KAIRO - Tak semua kalangan Islam mempercayai keinginan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk membangun hubungan baik dengan dunia Islam. Ayman al-Zawahri, orang nomor dua di jaringan al Qaeda misalnya, meminta mesir tidak terbujuk oleh budi bahasa halus yang keluar dari mulut Obama.

"Tetap bersatu dalam menghadapi kriminal ini," kata Zawahri yang juga warga Mesir, dalam sebuah rekaman audio yang diposting ke sebuah situs yang terkait dengan kelompok al Qaeda, seperti dilansir Reuters, Rabu (3/6/2009).

"Pesan berdarah (Obama) telah diterima dan dan masih akan diterima, dan mereka (AS) tidak akan dapat bersembunyi di balik kampanye kehumasan atau kunjungan teatrikal."

Menurut jadwal, Obama akan mengunjungi Arab Saudi dan Mesir pada hari ini untuk membahas beragam persoalan, dari isu nuklir Iran hingga proses perdamaian di Timur Tengah. Kunjungan akan dilanjutkan ke Jerman dan Prancis.

Selain membahas cara meningkatkan hubungan AS-Muslim, Obama juga akan mendiskusikan isu-isu pelik semacam kekerasan oleh kelompok ekstrimis.

Aaron David Miller, analis kebijakan publik dari Wilson Center, mengatakan pidato Obama akan menjadi sorotan utama apakah dia dapat memberikan harapan baru bagi konflik Arab-Israel.(jri)
TWITTER »
twit