DHARMSHALA - Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, memberi penghormatan kepada para korban tewas dalam tragedi berdarah Lapangan Tiananmen, China, 20 tahun lalu.
Dalai Lama juga meminta agar pemimpin China menjadikan tragedi itu untuk meninjau kembali sikap antidemokrasi yang selama ini diperlihatkan.
"Saya menghormati orang-orang yang telah tewas dan meminta pemerintah (China) agar lebih bertanggung jawab kepada rakyatnya," demikian diungkapkan Dalai Lama dalam pernyataan dan dikutip AFP, Kamis (4/6/2009).
Ratusan mahasiswa dan masyarakat umum pro-demokrasi, tewas di jalan-jalan kota Beijing saat militer China memasuki ibu kota negara itu untuk mengakhiri unjuk rasa yang sudah berlangsung selama tujuh pekan.
Menurut Dalai Lama, China memiliki kesempatan untuk mengubah citranya sebagai anti-demokrasi.
"Harapan saya pemimpin China memiliki keberanian dan pandangan ke depan dalam memegang prinsip persamaan. China juga diharapkan lebih akomodatif dan toleran terhadap siapa saja yang memiliki pandangan berbeda," paparnya.
Pemerintah China selama ini menganggap Dalai Lama sebagai sosok yang mendorong pemisahan Tibet dari China.
(ton)