Ilustrasi: Wales Directory
PHOENIX - Di Eropa, gereja biasanya membunyikan lonceng atau bel sebagai penanda jam. Namun di salah satu kota di Amerika Serikat, bel dibunyikan lebih sering dari sekadar penanda jam.
Kasus ini yang mengantarkan seorang pendeta ke penjara. Warga mengeluhkan bel di gereja Katedral Christ the King, Phoenix, Arizona, dibunyikan lebih sering dari biasanya. Padahal normalnya bel dibunyikan setiap jam mulai pukul 8 pagi hingga 8 malam. Demikian diberitakan Telegraph.co.uk, Jumat (5/6/2009).
Selain itu warga juga mengeluhkan suara lonceng lebih keras dari biasanya. Bel menghasilkan suara hingga 67 desibel atau di atas standar yang diizinkan yaitu 60 desible.
Warga akhirnya mengadukan kasus ini ke polisi dan Pendeta Richard Painter dinyatakan bersalah. Dia harus mendekam dalam penjara selama 10 hari dan menjalani masa percobaan hukuman selama tiga tahun.
Media di Arizona melaporkan truk-truk yang menjual es krim boleh menyalakan bel hingga 70 desibel untuk menjual produknya di perumahan, namun gereja tidak boleh.(ton)