Seorang perempuan Lebanon menggunakan hak pilihnya (Reuters)
BEIRUT - Kelompok koalisi anti-Suriah atau disebut koalisi "14 Maret" memperoleh kemenangan mengejutkan mengalahkan koalisi "8 Maret" yang dimotori Hezbullah dan sekutu kristennya, Michel Aoun.
Koalisi anti-Suriah yang berhaluan Sunni diperkirakan meraih 70 kursi dari 128 keanggotan majelis, pada pemilihan umum parlemen yang digelar Minggu 7 Juni kemarin. Menteri Dalam Negeri Ziad Baroud akan mengumumkan hasil akhir pemilu malam nanti.
Para pendukung koalisi anti-Suriah merayakan kemenangan, empat tahun setelah Revolusi Cedar yang berujung pada ditariknya tentara Suriah keluar dari Lebanon. Demikian dikutip dari Reuters, Senin (8/6/2009).
Kemenangan tersebut merupakan pukulan telak bagi Suriah dan Iran, yang mendukung Hezbullah, dan merupakan kabar baik bagi Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Mesir, yang mendukung blok "14 Maret". Sejauh ini Departemen Luar Negeri AS belum mengomentari hasil pemilihan umum.
Hezbullah dan sekutunya menyapu suara di wilayah utama Syiah, namun kalah di area sekutu kristennya, Michel Aoun.
Saad al-Hariri, pemimpin Muslim Sunni dari koalisi "14 Maret", muncul sebagai calon pemimpin baru pemerintahan dan mengikuti langkah ayahnya Rafik al-Hariri yang dibunuh pada 2005 silam.
"Selamat untuk Lebanon, selamat untuk demokrasi, selamat untuk kebebasan," kata Hariri dalam pidato kemenangan di sebuah mansion miliknya di Beirut.
"Tidak ada pihak pemenang dan pihak yang kalah dalam pemilihan ini. Pemenangnya adalah demokrasi dan pemenang terbesar adalah Lebanon," kata Hariri.(jri)