Getting Time...

Soal Dalai Lama, China Ancam Prancis

Anton Suhartono
Selasa, 09 Juni 2009 10:29 wib
Dalai Lama (AFP-Getty Image)
Dalai Lama (AFP-Getty Image)
BEIJING - China mengecam pemberian penghargaan kepada tokoh spiritual Tibet, Dalai Lama oleh pemerintah kota Paris. Penghargaan itu hanya akan memperburuk hubungan China-Prancis.

"Tindakan pemerintah Paris hanya akan merusak hubungan antara Paris dan kota-kota di China serta membuka jurang pemisah antara China dan Prancis," demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri China seperti dikutip AFP, Selasa (9/6/2009).

Dalai Lama menerima penghargaan sebagai "warga negara terhormat" di Paris pada hari Minggu (7/5/2009). Penghargaan itu diberikan menyusul keputusan Dewan Kota Paris untuk memberikan pengahargaan itu pada Maret 2008.

Ketegangan kedua negara terkait Dalai Lama bukan pertama kali. Pada Desember lalu China pernah memprotes Presiden Nicolas Sarkozy yang melakukan pertemuan dengan Dalai Lama di Polandia. Setelah itu China memutuskan membatalkan pertemuan China-Uni Eropa.

Pada Mei lalu China juga memperingatkan Prancis untuk tidak melakukan "kesalahan" terkait isu Tibet, apalagi memberikan penghargaan kepada Dalai Lama.

"Kami menentang Paris yang tidak menghormati posisi China. Kami sampaikan ketidakpuasan dan menentang pemberian penghargaan kepada Dalai Lama sebagai warga negara terhormat," tulis pernyataan itu.

Dalai Lama dituding China sebagai orang yang berusaha memisahkan Tibet dari China. Namun tudingan itu dibantah Dalai Lama. Tibet hanya menginginkan otonomi khusus.
(ton)
TWITTER »
twit