BAGHDAD - Sebuah bom mobil meledak di tengah-tengah keramaian pasar di sebelah tenggara Irak, Rabu (10/6/2009). Sebanyak 28 orang tewas dan 35 lainnya luka-luka.
"Jumlah korban tewas dalam ledakan di Al-Bathaa, 30 kilometer di barat Nassariya, dapat bertambah," kata Akram al-Tamimi, juru bicara dewan provinsi Nassariya, dikutip dari Reuters. Nassariya terletak sekira 200 mil sebelah tenggara Baghdad.
Jumlah pertumpahan darah akibat konflik sektarian dan pemberontakan semenjak invasi Amerika Serikat pada 2003 sebenarnya telah menurun, semenjak mencapai puncaknya pada 2006/2007. Kawasan Syiah tersebut sebenarnya merupakan salah satu daerah yang tenang.
Namun para pengacau, termasuk dari kelompok Sunni al-Qaeda yang menganggap menganggap kelompok Syiah sebagai bid'ah, terus menggencarkan aksi pemboman. Para analis menilai kekerasan akan meningkat menjelang pemilihan parlemen Januari mendatang.
Pada akhir April lalu, tiga buah bom mobil menewaskan 41 jiwa di sebuah pasar di Kota Sadr, sebelah selatan Baghdad. Kota Sadr merupakan salah satu basis warga Syiah anti-AS. Sebelumnya pada 24 April bom meledak di sebuah masjid Syiah di Baghdad dan menewaskan 60 orang.
(jri)