WASHINGTON - Seorang pria tua berusia 88 tahun menembakkan senjata api ke Museum Peringatan Holocaust di Washington, Amerika Serikat, Rabu waktu setempat. Seorang penjaga tewas akibat serangan itu.
Polisi menyebutkan, penyerang berjalan masuk ke dalam gedung dengan menenteng sebuah senapan kaliber 22. Pelaku kemudian melepaskan tembakan.
"Penjaga kemudian menembak balik. Seorang penjaga dan pelaku sama-sama tertembak dalam insiden itu," sebut polisi tersebut, dikutip dari Sky News, Kamis (11/6/2009).
Baik pelaku maupun penjaga sempat dilarikan ke rumah sakit George Washington, namun petugas penjaga museum kemudian meninggal dunia. Sementara tersangka pelaku penyerangan berada dalam kondisi kritis.
Petugas kepolisian lain yang diwawancarai mengatakan, mobil milik pelaku ditemukan di dekat museum dan dites untuk mengetahui ada atau tidaknya bahan peledak.
Seorang staf museum menyebut penjaga museum yang menjadi korban tewas bernama Stephen T Johns, yang telah bekerja di tempat itu selama enam tahun. Sementara Direktur Museum Peringatan Holocaust Sara Bloomfield mengatakan Johns meninggal secara heroik dalam menjalankan tugas.
Anya, salah satu saksi mata yang berada di lobi museum saat kejadian mengaku mendengar suara dentuman dan beberapa suara tembakan setelah itu.
"Kami semua tiarap ke lantai dan mengetahui itu adalah suara tembakan. Kami semua menunduk di manapun kami bisa," kata perempuan berusia 21 tahun itu.(lsi)