Getting Time...

Muslim Thailand: Uang Bukan Solusi

Nurfajri Budi Nugroho
Kamis, 18 Juni 2009 12:03 wib
Polisi memeriksa lokasi sekitar ledakan bom mobil di Pattaya, 16 Juni 2009 (Reuters)
Polisi memeriksa lokasi sekitar ledakan bom mobil di Pattaya, 16 Juni 2009 (Reuters)
BAN TALUBOH - Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva menjanjikan bantuan pembangunan berskala besar untuk mengatasi konflik di wilayah selatan negeri itu.

Namun bagi warga Muslim provinsi Yala, Pattani, dan Narathiwat, uang bukanlah solusi dari semua problem yang terjadi. Kesalahan ada pada kebijakan pemerintah pusat.

"Uang tidak dapat mengubah apa yang terjadi. Tidak ada seorang pun yang dapat membeli sebuah akhir dari persoalan di sini," kata seorang tokoh muslim di selatan Thailand, Yousuf, seperti dilansir Reuters, Kamis (18/6/2009).

Pernyataan dia merujuk pada konflik dengan pemerintah di tiga provinsi itu selama lima tahun terakhir, yang menewaskan lebih dari 3.500 orang. Wilayah tersebut merupakan bekas kesultanan Melayu Islam Pattani yang memerintah selama lebih 200 tahun sebelum dicaplok Thailand yang mayoritas beragama Budha, seabad lampau.

Warga Muslim di ketiga provinsi menolak upaya Bangkok untuk mengasimilasi mereka.

"Kebijakan pemerintah Thailandlah yang harus disalahkan. Mereka harus memahami jalan hidup kami berbeda dengan penduduk Thailand yang lain, dan uang tidak akan menciptakan perubahan."

Dana 54 miliar baht (USD1,58 miliar) dikucurkan pemerintahan Abhisit dalam program tiga tahun, untuk memenangkan hati dan pikiran warga di wilayah yang berbatasan dengan Malaysia itu.

Kekerasan di wilayah selatan semakin intensif terjadi dalam dua pekan terakhir, di mana 31 korban tewas dan 50 terluka, baik dari warga Bhuda dan Muslim.

Kekisruhan itu semakin menambah tekanan terhadap pemerintahan koalisi yang dipimpin Abhisit, yang kini tengan berjuang untuk bertahan dari hantaman perlambatan ekonomi global dan krisis politik yang terjadi semenjak kudeta terhadap Perdana Menteri Thaksin Shinawatra 2006 silam.
(jri)
TWITTER »
twit