Getting Time...

Perempuan Bercadar Dilarang di Prancis

Nurfajri Budi Nugroho
Rabu, 24 Juni 2009 10:12 wib
Perempuan bercadar di Prancis (AP)
Perempuan bercadar di Prancis (AP)
PARIS - Pemerintah Prancis melarang pemakaian burqa (cadar) oleh kaum perempuan muslim. Presiden Nicolas Sarkozy mengatakan, tidak ada tempat bagi burqa karena merupakan simbol penindasan terhadap perempuan.

Burqa merupakan pakaian yang menutupi perempuan dari kepala hingga jari-jari kakinya, serta menutupi wajah.

Dalam pidato yang disampaikan kepada parlemen, Sarkozy mendukung inisiatif para legislator yang prihatin dengan meningkatnya penggunaan burqa di Prancis.

"Isu burqa bukanlah isu keagamaan, ini adalah pertanyaan atas kebebasan dan harga diri perempuan," kata Sarkozy Senin waktu setempat, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/6/2009).

"Burqa bukanlah simbol keagamaan, melainkan simbol penindasan atas kepatuhan perempuan. Saya ingin mengatakan dengan sungguh-sungguh bahwa itu tidak akan diterima di wilayah kita," kata Sarkozy yang disambut tepuk tangah meriah.

Perdebatan mengenai pelarangan cadar telah berlangsung cukup lama di Prancis, semenjak 2004, dimulai dengan pelarangan penggunaan cadar di sekolah-sekolah. Kini pelarangan tersebut semakin meluas untuk seluruh wilayah.
(jri)
TWITTER »
twit