Getting Time...

Pakistan Tolak Negaranya Disebut Biang Teroris

Anton Suhartono
Rabu, 24 Juni 2009 10:59 wib
Asif Ali Zardari (kanan), Presiden Pakistan. (Reuters)
Asif Ali Zardari (kanan), Presiden Pakistan. (Reuters)
ISLAMABAD - Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menolak pernyataan Perdana Menteri Inggris Grdon Brown yang mengatakan, perbatasan Pakistan dan Afghanistan merupakan "tempat ancaman terorisme global".

"Saya kira kadang-kadang orang mengatakan apa yang tidak mereka pahami," kata Zardari kepada kepada ITV dan dikutip Press TV, Rabu (24/6/2009). Meski demikian Zardari beranggapan pandangan Brown itu tulus dari hatinya, dan dia menghormati itu.

Suami mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto itu juga menolak tuduhan bahwa Pakistan dijadikan sebagai lokasi pelatihan kelompok militan. Dia mengatakan  itu hanya "pemikiran lama" yang diisukan para intelijen Inggris. Mereka mengatakan ribuan orang berpandangan radikal sudah ada di Inggris.

"Saya pikir tidak ada kamp pelatihan itu dan Anda atau kami juga sependapat bahwa intelijen Inggris juga tidak tahu bahwa kamp itu ada," tambahnya.

Namun Zardari tidak menampik kemungkinan kamp itu bergerak di bawah tanah. "Kapan pun kami menemukannya pasti kami berantas," tegasnya.
(ton)
TWITTER »
twit