WASHINGTON - Beberapa hari terakhir, Partai Republik terus menyerang habis-habisan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.
Bukan hanya soal krisis pemilu di Iran dan program asuransi kesehatan, Partai Republik merasa media massa AS lebih mendukung dan memberikan porsi lebih pada presiden dari Partai Demokrat ini.
Bahkan, mereka menuduh Obama telah menjadi presiden selebriti yang terlalu banyak diekspos sehingga melupakan isu penting yang sebenarnya. Liputan media yang dianggap berlebihan ini semakin memuncak kemarin, setelah Republik menuduh TV ABC terlalu banyak memberikan porsi pada kampanye reformasi program kesehatan Obama.
Acara Good Morning America ABC News kemarin menayangkan wawancara khusus dengan Obama mengenai isu ini. Dan malam harinya, ABC kembali menayangkan acara diskusi model 'Town-Hall Meeting' bersama Obama selama satu jam, dengan moderator Charlie Gibson dan Diane Sawyer.
Komite Nasional Republik (RNC) langsung menanggapinya dengan mengatakan, "Hari ini sebuah jaringan TV nasional menayangkan program jaminan kesehatan Presiden Obama yang dilancarkan pemerintah."
Bahkan, para wartawan jaringan TV konservatif seperti Sean Hannity dari FOX News menganggap jurnalisme Amerika telah mati.
Kepala Staf RNC Kan McKay langsung mengirim surat protes kepada ABC, menuduh jaringan televisi ini menolak memberikan kesempatan kepada Republik menanggapi isu penting ini. McKay juga mengatakan Partai Demokrat harus membayar tayangan tersebut karena dianggap iklan kampanye program kesehatan Partai Demokrat. Wakil Direktur ABC News Kerry Smith kemudian menanggapinya dengan mengatakan, "ABC News dengan bangga meliput semua isu penting dan mengajukan pertanyaan langsung pada semua pembuat berita dari semua aliran politik."
Beberapa pekan lalu, tuduhan bahwa Obama menikmati liputan media yang begitu luas diawali dengan liputan khusus NBC News mengenai kehidupan Obama di Gedung Putih dengan judul Inside the Obama White House. Jauh sebelum itu, semasa kampanye Pemilu 2008, media AS telah dianggap lebih mendukung Obama ketimbang lawannya, John McCain.
(Koran SI/Koran SI/jri)