Getting Time...

Hariri Dapat Dukungan Mayoritas Jadi PM Lebanon

Nurfajri Budi Nugroho
Jum'at, 26 Juni 2009 17:02 wib
Hassan Nasrallah dan Saad Hariri (Press TV)
Hassan Nasrallah dan Saad Hariri (Press TV)
BEIRUT - Mayoritas anggota parlemen Lebanon akan menominasikan pengusaha Saad al-Hariri untuk menempati kursi perdana menteri.

Pada pemilu 7 Juni lalu, koalisi 14 Maret yang digawanginya memenangi pemilihan umum, mengalahkan koalisi 8 Maret yang dimotori Hezbullah pimpinan Sayyed Hassan Nasrallah. Setelah itu Hariri yang didukung Amerika Serikat memang diperkirakan bakal menjadi calon kuat menggantikan sekutunya, Perdana Menteri Fuad Saniora.

Presiden Michel Suleiman akan menggelar konsultasi dengan parlemen hari ini, Jumat (26/6/2009), dan Sabtu keesokan harinya untuk memutuskan siapa perdana menteri yang baru. Pada hari Sabtu itulah dia akan menunjuk kandidat dengan dukungan terbanyak.

Hariri dilaporkan bertemu dengan Nasrallah tadi malam. Dalam pernyataan bersama yang dirilis keduanya disebutkan bahwa para pemimpin telah berbicara dan berdiskusi mengenai hasil pemilu dan kemungkinan pembentukan pemerintahan baru.

"Mereka juga sepakat melanjutkan pembahasan dalam suasana yang tenang saat ini dan menekankan dialog, kerja sama, dan keterbukaan," sebut pernyataan itu, seperti dilansir Reuters.

Arab Saudi dan negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat telah memberikan dukungan yang besar terhadap Hariri, yang ayahya, Rafik Hariri, tewas dibunuh pada 2005.

Di bawah aturan konfensionalisme Lebanon, seorang perdana menteri haruslah seorang Muslim Sunni, wakil perdana menteri seorang Kristen Ortodoks, presiden seorang Katolik Maronit, sementara seorang ketua parlemen seorang Muslim Syiah.

Sistem tersebut dimaksudkan untuk menjamin agar konflik sektarian dapat dihindari, dan secara adil mewakili distribusi demografis aliran-aliran keagamaan dalam pemerintahan. Pembagian itu merupakan hasil persetujuan tidak tertulis tahun 1943 antara presiden (Maronit) dan perdana menteri waktu itu (Sunni), dan baru diformalkan melalui konstitusi pada 1990.
(jri)
TWITTER »
twit