Getting Time...

AS Bentuk Job Baru untuk Negara Islam

Minggu, 28 Juni 2009 10:28 wib
Farah Pandith (Canada Free Press)
Farah Pandith (Canada Free Press)
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengangkat Farah Pandith sebagai utusan khusus AS untuk negara-negara Islam.

Walaupun belum ada pengumuman resmi, Juru Bicara Deplu AS Ian Kelly telah mengonfirmasikan tentang pengangkatan wanita Muslim keturunan Kashmir ini Kamis lalu.

Jabatan utusan khusus untuk negara Islam merupakan sejarah baru dalam jajaran pemerintahan AS. Pengangkatan Pandith juga tak lepas dari desakan Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu yang berkunjung ke Washington, Selasa lalu.

Dalam pertemuannya di Washington, Ihsanoglu telah mendesak AS mengangkat seorang utusan khusus untuk negara-negara Islam. Pandith sebelumnya menjabat asisten Menlu untuk wilayah Eropa dan Erasia pada pemerintahan George W Bush.

Saat di Washington, Ihsanoglu sempat melakukan pembicaraan telepon dengan Menlu Hillary Clinton yang masih menjalani perawatan tangannya yang cedera. Dia meminta kepada Hillary untuk lebih memperhatikan hubungan AS dan negara-negara Islam sebagai bentuk keseriusan AS menjalin hubungannya dengan Islam.

Dengan pengangkatan Pandith, Pemerintah AS kini mempunyai dua utusan khusus untuk negara-negara Islam secara umum dan utusan khusus untuk OKI. Laporan CNS News kemarin menyebutkan masih belum jelas bagaimana peran Pandith dan jabatan utusan khusus AS untuk OKI Sada Cumber yang diangkat Presiden Bush awal 2008.

Cumber, pengusaha asal Pakistan yang tinggal di Texas, mengaku telah meminta Presiden Barack Obama mengangkat seorang utusan khusus untuk negara-negara Islam. Dia sendiri berencana mundur dari jabatannya.

Dia juga sempat mengusulkan jabatan utusan khusus AS untuk negara-negara Islam menjadi jabatan permanen.
(Koran SI/Koran SI/jri)
TWITTER »
twit