Getting Time...

Intelijen: AS-Israel Kacaukan Pilpres Iran

Anton Suhartono
Senin, 29 Juni 2009 11:31 wib
Gholam-Hossein Mohseni Ejei, menteri Intelijen Iran. (Press TV)
Gholam-Hossein Mohseni Ejei, menteri Intelijen Iran. (Press TV)
TEHERAN - Menteri Intelijen Iran Gholam-Hossein Mohseni Eje'i mengatakan ada indikasi Amerika Serikat dan Israel telah merencanakan untuk membuat kisruh pemilihan presiden Iran sejak beberapa bulan lalu.

Mohseni Eja'i mengatakan tidak ada kelompok terorganisir yang mampu membuat situasi pilpres menjadi seperti ini, kecuali ada peran AS dan Israel.

Ditambahkannya negara-negara musuh telah berkonspirasi sejak beberapa bulan sebelum pilpres untuk membuat kacau Iran serta menggiring agar rakyat Iran tidak mempercayai hasil pilpres.

"Amerika dan Israel ingin membuat Iran tidak stabil. Bahkan beberapa bulan sebelum pemilihan mereka sudah membicarakan kemungkinan untuk membuat kisruh pilpres," kata Mohseni Eja'i seperti dikutip Press TV, Senin (29/6/2009).

Dia menambahkan intelijen Iran telah mengawasi kemungkinan peran AS dan Israel sejak beberapa bulan sebelum pemilihan.

Mohseni Eja'i  juga menuduh calon presiden yang kalah, Hossein Mousavi, merusak kredibilitas sistem pemilihan di Iran.

Dewan Garda Iran, selaku pemegang ororitas tertinggi pilpres, berdasarkan penyelidikan menyatakan pilpres tahun ini berjalan tanpa kecurangan berarti. Dewan Garda juga menyebut pilpres tahun ini merupakan yang terbersih sejak pemilu di negara Revolusi Islam itu, 1980.
(ton)
TWITTER »
twit