TEHERAN - Otoritas Iran, Senin ini, memulai penghitungan ulang surat suara di beberapa wilayah. Penghitungan ulang dilakukan untuk menjamin hasil pemilihan presiden bersih dari kecurangan.
Dewan Garda sebagai otoritas legislatif tertinggi sekaligus pemegang kendali pelaksanaan pilpres, sebelumnya memerintahkan penghitungan terhadap 10 persen dari total surat suara secara acak. Namun kebijakan itu ditolak kubu calon presiden yang kalah, Hossein Mousavi. Capres yang juga mantan Perdana Menteri Iran itu menuntut dilakukan pemilihan ulang.
Dilaporkan stasiun televisi pemerintah Al Alam dan dikutip Reuters, Senin (29/6/2009), penghitungan ulang dilakukan di 22 distrik di Teheran dan beberapa provinsi lainnya.
Komisi pemilihan nasional Iran pada 13 Juni lalu mengumumkan capres incumbent Mahmoud Ahmadinejad meraih suara terbanyak dengan mengumpulkan 62 persen suara lebih. Sementara Mousavi hanya mendapat 34 persen suara.
Dewan Garda yang terdiri dari 12 anggota, dijadwalkan akan mengumumkan hasil penghitungan ulang pada Senin malam. Dewan Garda sebelumnya mengumumkan tidak ada kecurangan berarti dalam pilpres tahun ini sehingga tidak diperlukan adanya pemilihan ulang.
(ton)